Pemprov Kalteng Bantu Puluhan Ribu Siswa di Program Pendidikan 2026

  • 06 Mar 2026 21:23 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan sejumlah program strategis di sektor pendidikan tahun 2026 sebagai langkah meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat di Bumi Tambun Bungai. Peluncuran program tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, didampingi Wakil Gubernur Edy Pratowo, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini turut disaksikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Fauzan, serta Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas RI, Pungkas Bahjuri Ali.

Acara juga diikuti secara hybrid oleh sekitar 90 ribu siswa-siswi SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) se-Kalimantan Tengah, serta perwakilan perguruan tinggi dari berbagai daerah di provinsi tersebut.

Sejumlah program strategis yang diluncurkan meliputi Program D1 Vokasi Pertanian Akademi Komunitas yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, bantuan seragam sekolah bagi lebih dari 60 ribu siswa SMA/SMK/SKH, peluncuran serta penyerahan Surat Keputusan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin) di Universitas Palangka Raya, serta penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia antara Pemprov Kalteng dan 36 perguruan tinggi negeri maupun swasta melalui Program Kuliah Gratis.

Kerja sama dengan puluhan perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus membuka lebih banyak peluang pendidikan bagi generasi muda Kalimantan Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa program strategis pendidikan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memastikan seluruh putra-putri daerah memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas. “Kami tidak ingin melihat ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, tidak bisa makan,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia juga menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk tetap menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga berharap dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Bappenas, agar berbagai program pengembangan pendidikan di Kalimantan Tengah dapat terus berjalan dan berkembang di masa mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, para staf ahli gubernur, para asisten, civitas akademika perguruan tinggi, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalimantan Tengah. (Disdik Kalteng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....