Tim Gabungan BBPOM Temukan 13 Produk Pangan Kedaluwarsa di Katingan

  • 03 Mar 2026 21:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Sebanyak 13 produk pangan yang telah habis masa edar atau kedaluwarsa masih ditemukan diperjualbelikan saat Tim Gabungan Pengawasan Sarana Distribusi Pangan melakukan inspeksi di empat titik di Kabupaten Katingan. Empat lokasi yang menjadi titik pantau yakni Toko Sumber Berkah 2, ASRI Cake, Toko H. Imin, dan Toko Santi.

Tim gabungan terdiri dari BBPOM Palangka Raya, Dinas Kesehatan Katingan, Disperindag Katingan, Satpol PP Katingan, serta Polres Katingan. Ketua Tim Inspeksi BBPOM Palangka Raya, Nurfadilla, di sela kegiatan menyampaikan bahwa produk pangan yang terindikasi kedaluwarsa masih dapat diretur kepada distributor agar tidak merugikan penjual. Namun, bukti retur wajib diserahkan kepada BBPOM sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Kepada pedagang diminta menjual produk pangan sesuai aturan, tidak meletakkan barang di lantai, dan tidak mencampurnya dengan produk lain. Kami juga menemukan minuman yang ditempatkan berdekatan dengan racun tikus,” ujarnya, Selasa, 3 Maret 2026.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, Kepala Bidang PKSDK Dinkes Katingan, Mutia Hayati, mengatakan pihaknya bersama tim gabungan akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha, khususnya menjelang Idulfitri.

“Kami akan melakukan pengawasan dan pembinaan terkait pendistribusian pangan agar pelaku usaha di Kabupaten Katingan lebih sadar aturan saat berdagang. Ini akan kami lakukan bersama BBPOM Palangka Raya hingga Idulfitri mendatang,” katanya.

Fungsional Satpol PP Ahli Muda, Simson I. Bangas, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyebutkan pihaknya rutin mengawal kegiatan pengawasan setiap tahun. Jika sebelumnya tidak ditemukan produk kedaluwarsa, tahun ini ditemukan 13 produk di salah satu dari empat lokasi yang diperiksa.

“Kami selalu siap mendukung kinerja Pemerintah Kabupaten di lapangan, khususnya dalam pengawasan sarana distribusi pangan,” ujarnya.

Selain pengawasan sarana distribusi pangan, kegiatan juga mencakup pengambilan sampel takjil Ramadan di Pasar Ramadan Katingan. Melalui pengawasan terpadu ini, diharapkan pelaku usaha semakin sadar akan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan, serta tidak lagi memperjualbelikan produk yang tidak layak edar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....