Penggunaan Formalin dan Boraks pada Pangan di Kalteng Terus Menurun
- 05 Jun 2026 20:07 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangkaraya bersama Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Kalimantan Tengah mencatat adanya tren positif berupa penurunan temuan penyalahgunaan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks pada produk pangan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Hal tersebut mengemuka dalam dialog interaktif "Kalteng Menyapa" yang disiarkan oleh RRI Palangkaraya pada Kamis, 4 Juni 2026. Penurunan angka penyalahgunaan ini dinilai sebagai hasil dari pengawasan rutin yang konsisten serta meningkatnya kesadaran sekolah dalam menyediakan pangan sehat.
Ketua Tim (Katim) Pemberdayaan Masyarakat BBPOM Palangkaraya, Astry Talenta Betharia, mengungkapkan bahwa meskipun pihak otoritas sempat menemukan adanya kasus penyalahgunaan formalin dan boraks pada pangan, namun intensifikasi pengawasan di lapangan berhasil menekan angka tersebut secara signifikan.
"Adanya penyalahgunaan ditemukan formalin dan boraks pada pangan. Tapi sejauh ini di Provinsi Kalimantan Tengah itu sudah kita lakukan pengawasan secara rutin. Dan puji syukurnya, sampai dengan tahun 2026 ini penggunaan itu semakin menurun setiap tahunnya," ujar Astry dalam dialog tersebut.
Senada dengan temuan BBPOM, Ahli Gizi dari PERSAGI Kalteng, Eva Susilawati, S.Gz., M.Gz., turut membenarkan bahwa peredaran bahan berbahaya pada makanan, khususnya di Kota Palangkaraya, kini sudah mulai merosot. Eva menyoroti peran positif institusi pendidikan yang mulai memperketat pengawasan internal melalui standarisasi kantin sekolah.
Menurut Eva, saat ini sekolah-sekolah sudah mulai memiliki fasilitas kantin sehat. Ia menjelaskan bahwa para penjual di lingkungan sekolah kini telah diarahkan untuk hanya menjajakan makanan yang sehat, bebas dari pengawet berbahaya, serta tidak menggunakan pewarna tekstil.
"Kalau di sekolah itu untungnya sekarang yang saya perhatikan sekolah-sekolah itu kan sudah mulai punya kantin sehat ya Bu. Yang mana penjual-penjual di kantin itu sudah diarahkan bahwa yang dijual itu adalah makanan yang sehat, yang tidak berpengawet, tidak berpewarna—atau boleh pewarna tapi pewarna makanan—termasuk juga formalin dan si boraks itu tadi," ujar Eva menambahkan.
Melalui pengawasan yang konsisten dari BBPOM serta dukungan sekolah dalam menerapkan kantin sehat, penggunaan formalin dan boraks pada pangan di Kalimantan Tengah diharapkan terus menurun sehingga masyarakat dapat mengonsumsi makanan yang lebih aman dan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....