Satu Rumah Satu Sarjana Mendukung Program Cetak Sawah

  • 07 Feb 2026 16:52 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Program Satu Rumah Satu Sarjana diproyeksikan menjadi salah satu pilar pendukung keberhasilan program cetak sawah di Kalimantan Tengah,. Hal ini dinilai sekaligus memperkuat kedaulatan pangan daerah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, menyampaikan dukungan penuh terhadap implementasi program inisiatif Pemerintah Pusat tersebut. Menurutnya, program ini semakin kuat dengan adanya sinergi kebijakan melalui gagasan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.

“Program ini merupakan gebrakan yang baik dan saling melengkapi. Karena itu, Komisi II DPRD Kalimantan Tengah mendukung penuh implementasinya,” ujar Bambang, Sabtu 7 Februari 2025.

Bambang menjelaskan, tantangan utama Kalimantan Tengah saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mendukung pelaksanaan program cetak sawah secara masif. Kondisi tersebut diperparah dengan masih minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, meskipun pemerintah pusat telah meluncurkan berbagai program pendukung seperti Petani Milenial.

“Kita harus fokus kepada anak muda. Bagaimana caranya agar generasi muda memiliki orientasi dan ketertarikan di bidang pertanian, ini perlu menjadi perhatian serius,” katanya.

Melalui Program Satu Rumah Satu Sarjana, Bambang berharap akan lahir intelektual muda dari setiap keluarga yang mampu membawa perspektif baru dalam pengembangan agribisnis dan pertanian modern.

Ia menambahkan, saat ini Dinas Pertanian di sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah telah mulai membentuk Brigade Pangan sebagai turunan dari program pusat. Brigade ini didorong untuk mengelola lahan pertanian hingga ratusan hektare dengan dukungan mekanisasi dan teknologi modern.

Bambang juga menekankan pentingnya mengubah stigma pertanian yang selama ini identik dengan kerja fisik berat dan metode tradisional. Menurutnya, sektor pertanian kini telah bertransformasi menjadi industri modern berbasis teknologi.

“Kita harus berorientasi ke petani modern. Petani tidak lagi hanya mencangkul, karena teknologi sudah tersedia dan didukung penuh oleh pemerintah pusat, mulai dari cetak sawah hingga alat-alat pertanian modern,” katanya.

Menurut Bambang, kebutuhan mendesak Kalimantan Tengah saat ini bukan lagi buruh tani konvensional, melainkan operator teknologi pertanian serta manajer lahan yang cerdas dan berwawasan industri.

Dengan keterlibatan sarjana muda di sektor pertanian, diharapkan pola pikir pertanian dapat bergeser dari sekadar bercocok tanam menjadi industri pengolahan hasil yang bernilai tambah, sehingga mampu menjadikan komoditas padi sebagai produk unggulan daerah.

“Meski saat ini Kalteng masih kekurangan SDM, khususnya generasi muda di sektor pertanian, hal ini perlu terus didorong melalui motivasi dan peningkatan kapasitas ke depan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....