Status Siaga Karhutla Kotim Berdasarkan Penurunan Air

  • 28 Jan 2026 08:06 WIB
  •  Palangkaraya

‎RRI.CO.ID, Palangka Raya : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam, menjelaskan berdasarkan data, terdapat sejumlah indikator untuk penetapan status siaga darurat di wilayah setempat.

‎Sejumlah pertimbangan tersebut lanjut Multazam, diantaranya adalah intensitas kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir serta terlihat penurunan titik muka air tanah yang mencapai 35 hingga 45 cm.

‎"Kemarin itu fire spot atau kejadian kebakaran yang kita ketahui dan kita tanggulangi ada tiga dan itu sudah mengisaratkan bahwa wilayah kota sudah potensinya mudah sekali terbakar. ‎Kemudian titik buka air tanah yang cukup drastis penurunannya," ucapnya.

‎Berdasarkan data dari BMKG Sampit menunjukkan dalam beberapa hari ke depan, belum terdeteksi potensi hujan, sehingga kerawanan karhutla masih sangat tinggi. Jika kondisi ini terus memburuk, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan akan menaikkan status menjadi tanggap darurat karhutla.

‎Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Umar Kaderi, menegaskan bahwa seluruh instansi wajib terlibat aktif dalam pengendalian karhutla. Pihaknya juga berharap curah hujan bisa kembali turun agar titik api kebakaran hutan dan lahan bisa berkurang.

‎"Kita mengantisipasi karhutla hingga hari ini kita memutuskan status siaga darurat. ‎Jadi ada beberapa sebagaimana sampaikan dari Ibu Wakil Bupati Kotim. ‎Jadi ada beberapa yang terlibat di dalamnya, baik pemkab maupun dari instansi dan berbagai pihak untuk pengendalian karhutla," katanya Rabu 28 Januari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....