Legislator Palangka Raya Ingatkan Pemda Potensi Kelangkaan Stok Pangan
- 25 Jan 2026 17:14 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok, termasuk bumbu dapur dan minyak goreng, dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengingatkan pemerintah daerah melalui dinas dan instansi terkait agar mewaspadai kondisi kenaikan harga serta potensi kelangkaan stok pangan di pasaran.
“Kenaikan harga pangan di beberapa komoditas pokok, termasuk bumbu dapur dan minyak goreng, berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat,” kata Khemal, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menegaskan, apabila kenaikan harga tidak segera diantisipasi dengan langkah konkret, kondisi tersebut dapat memperburuk ekonomi rumah tangga yang hingga kini masih memerlukan perhatian pasca berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Menurut Khemal, lonjakan harga pangan tidak hanya membebani anggaran harian, tetapi juga berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat yang berdampak pada kualitas hidup.
“Bagi keluarga dengan pendapatan terbatas, kenaikan harga akan memaksa mereka mengurangi pembelian bahan makanan bergizi atau memilih produk dengan kualitas lebih rendah,” ujarnya. Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat meningkatkan risiko permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya apabila tidak segera ditangani secara serius.
Selain berdampak pada rumah tangga, penurunan daya beli juga akan menjalar ke sektor ekonomi lainnya. Pelaku usaha mikro dan kecil, khususnya di bidang kuliner, perdagangan eceran, dan pengolahan makanan, diperkirakan akan menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya bahan baku.
Khemal menilai, permasalahan ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan langkah darurat, melainkan memerlukan upaya terpadu dari berbagai pihak. Ia menyoroti ketergantungan Palangka Raya terhadap pasokan komoditas dari luar daerah sebagai salah satu faktor yang membuat harga mudah berfluktuasi.
“Oleh karena itu, pemerintah kota perlu mendorong peningkatan produksi pangan lokal sebagai langkah jangka panjang untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran,” katanya.
Selain itu, Khemal juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan pasar serta penegakan aturan terhadap praktik tidak sehat, seperti spekulasi harga dan penimbunan stok. Ia menambahkan, operasi pasar murah perlu digelar secara rutin dan dalam skala lebih luas.
“Kerja sama dengan daerah penghasil komoditas juga perlu diperkuat untuk memastikan pasokan tetap stabil dan biaya distribusi lebih efisien, sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah tidak terhambat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....