Cuaca Panas Kalteng Lantaran Bibit Siklon Wilayah Selatan

  • 23 Jan 2026 05:09 WIB
  •  Palangkaraya

‎RRI.CO.ID, Palangka Raya : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geifisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut, menyebut bahwa kondisi cuaca panas saat ini terjadi karena rendahnya kelembapan udara yang disebabkan oleh gangguan cuaca berupa tekanan rendah atau bibit silkon di bagian selatan wilayah Indonesia, sehingga menghambat pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah.

‎Masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah, dikejutkan dengan perubahan cuaca drastis dalam sepekan terakhir. ‎Matahari yang cukup terik sejak siang, membuat cuaca panas bahkan gerah hingga malam hari.

‎‎Kondisi kering ini bahkan telah memicu kebakaran lahan gambut di sejumlah lokasi. Pihak BMKG menyebut, bahwa secara klimatologis, Januari masih merupakan periode musim hujan dengan kriteria curah hujan bulanan di atas 150 mm.

‎‎Udara panas dan kering yang dirasakan warga saat ini disebabkan oleh rendahnya kelembapan udara. Hal ini dipicu oleh adanya gangguan cuaca berupa tekanan rendah atau bibit siklon di bagian selatan wilayah Indonesia. Gangguan ini menarik masa udara. Sehingga menghambat pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah.

‎‎Bahkan dalam sepekan ke depan, cuaca diperkirakan masih tetap cerah berawan. ‎Dampak dari cuaca ekstrim ini sudah mulai terlihat di lapangan. Kebakaran lahan melanda area lahan gambut kosong dan perkebunan kelapa sawit.

‎‎Meski didominasi cuaca panas, BMKG mengingatkan warga untuk tetap waspada pada potensi hujan lebat ‎yang disertai petir dan angin kencang.

‎‎"Cuacanya masih berawan, satu minggu ke depan masih seperti ini. ‎Kalau kekeringan masih belum terpantau ada tapi memang secara garis besar memang saat ini kondisi cuacanya itu panas dan kelembabannya kurang sekali," ucap Prakirawan BMKG Sampit, Nadin, Rabu 21 Januari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....