Simak Sejarah Penamaan Pekan Tilawatil Qur'an Radio Republik Indonesia
- 10 Mar 2024 12:38 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) kembali menyelenggarakan Pekan Tilawatil Qur'an (PTQ) tingkat satker. Turut mendukung dan berpartisipasi, RRI Palangka Raya akan menggelar PTQ edisi ke-54 ini pada Rabu, 13 Maret 2024 atau 3 Ramadan 1445 Hijriyah, di Jalan MH. Thamrin No.1 Kota Palangka Raya, kantor RRI setempat.
Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) RRI mengalami perjalanan panjang sebagai sarana syiar Islam dan pemuliaan Al Qur’an di bulan Ramadan. Pada awalnya, kegiatan ini dinamai Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dan merupakan kegiatan tahunan internal RRI yang diikuti para peserta dari perwakilan satuan kerja (satker) RRI seluruh Indonesia.
Konsep MTQ digagas oleh Muhammad Sani, Kepala RRI Makassar pada 1967. Ia mencetus ajang kompetisi seni membaca ayat suci Alqur’an sebelum akhirnya berkembang menjadi beberapa cabang lomba.
Barulah pada tahun 1968, pelaksanaan MTQ RRI direalisasikan ketika Muhammad Sani menyampaikan gagasannya kepada Walikota Makassar H. Daeng Tatompo. Tak hanya Tatompo, gagasan Sani disambut baik Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Ahmad Lamo yang menginginkan agar MTQ RRI tidak hanya menjadi ajang yang bersifat internal RRI, namun dijadikan sebagai kegiatan bersifat nasional.
MTQ RRI edisi perdana berlangsung di Masjid Raya Makassar dan hanya ada satu nomor yang diperlombakan, yaitu nomor Tilawah Dewasa. Keluar sebagai juara, Ahmad Sahid dari Jawa Barat dan Muhammadong dari Makassar.
Selanjutnya penyelenggaraan MTQ dilaksanakan secara beriringan, antara RRI dan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama. Sinergi yang apik inilah akhirnya melahirkan konsep baru MTQ RRI.
Nama Musabaqah Tilawatil Qur’an Radio Republik Indonesia (MTQ RRI) kemudian berubah menjadi Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ RRI) ketika Muhammad Sani, yang belakangan pensiun sebagai Direktur RRI menginginkan agar lomba baca Al Qur’an tetap diselenggarakan pada bulan Ramadan, lebih tepatnya sebelum Nuzunul Qur’an. Sebab, sinergitas pemerintah dengan RRI kala itu memberikan kesempatan juara MTQ RRI melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an pada perayaan Nuzunul Qur’an tingkat nasional di Istana Negara.
Muhammad Sani juga ingin MTQ RRI sebagai syiar Islam dan pemuliaan Al Qur’an, khususnya di bulan Ramadan. Oleh karena itu, pelaksanaan MTQ RRI berubah menjadi PTQ RRI, sementara Kementerian Agama (Kemenag) tetap mengelar kegiatan dengan menggunakan nama MTQ.
Hingga saat ini Radio Republik Indonesia secara konsisten terus menyelenggarakan PTQ setiap tahunnya hingga PTQ ke-54 1445 Hijriyah atau tahun 2024 Masehi ini. Mengangkat tema "Internalisasi Nilai-nilai Al-Qur'an Bagi Generasi Milenial Menuju Indonesia Emas", puncak kegiatan PTQ RRI Tingkat Nasional akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21-26 Maret 2024.