Refleksi Diri Memperbaiki Kualitas Jiwa

  • 07 Mar 2026 13:02 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Di bulan suci Ramadan, umat Islam tidak hanya diajak menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melakukan refleksi diri serta memperbaiki kualitas jiwa. Hal tersebut disampaikan Akademisi Fakultas Syariah UIN Palangka Raya, Akhmad Kamil Rizani, saat menjadi narasumber dalam program Tauladan (Tanya Ustaz di Bulan Ramadan) di PRO 2 Radio Republik Indonesia Palangka Raya, Kamis, 5 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kamil mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memanfaatkan momentum Ramadan sebagai waktu untuk melakukan upgrade diri, dari kebiasaan scrolling media sosial menuju penguatan jiwa atau soul.

Menurutnya, di era digital hampir setiap orang memiliki gawai dan aktif di media sosial. Namun penggunaan teknologi tersebut perlu dikelola secara bijak agar tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

Ia menekankan bahwa Ramadan yang hanya berlangsung sekitar 30 hari seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak refleksi diri, serta melakukan berbagai aktivitas positif yang dapat membersihkan hati dan memperkuat spiritualitas.

“Ketika kita berbicara tentang soul atau jiwa, berarti kita berbicara tentang sesuatu yang ada di dalam diri kita. Dalam istilah keislaman disebut tazkiyatun nafs, yaitu upaya mengolah dan membersihkan diri,” ujarnya.

Kamil juga menjelaskan bahwa dalam Islam seseorang tidak dianjurkan merasa dirinya sudah baik. Menurutnya, standar dalam kehidupan bukan sekadar merasa baik, tetapi terus berusaha melakukan kebaikan.

“Dalam Islam dianjurkan untuk membatasi perasaan merasa sudah baik. Karena standarnya bukan merasa baik, tetapi terus berbuat baik,” ucapnya.

Ia menambahkan, kebaikan tidak selalu harus dalam bentuk besar. Hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi langkah penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik.

Melalui kebiasaan baik yang terus dijaga, diharapkan setiap individu mampu meningkatkan kualitas diri dan menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama serta semakin dekat kepada Allah SWT. (Nor Saen Miftah Tariq)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....