Menelisik Spirit Ramadan dalam Tradisi Lokal Kalimantan Tengah

  • 07 Mar 2026 06:20 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Bulan suci Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat di Kalimantan Tengah. Berbagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat menjadi cerminan bagaimana nilai-nilai spiritual Ramadan berpadu dengan budaya lokal.

Di sejumlah wilayah seperti Palangka Raya dan daerah sekitarnya, masyarakat memanfaatkan Ramadan sebagai waktu untuk mempererat silaturahmi melalui kegiatan berbagi, buka puasa bersama, hingga kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Tradisi gotong royong dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat selama bulan suci.

Selain itu, kegiatan seni dan budaya juga kerap mewarnai Ramadan. Pertunjukan seni tradisional, pembacaan syair religius, hingga kegiatan keagamaan di masjid dan mushola menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada masyarakat.

Salah seorang Pengkaji Kebudayaan UIN Palangka Raya Dr. Imam Qalyubi mengatakan, bahwa nilai utama Ramadan sejalan dengan filosofi hidup masyarakat lokal yang menjunjung tinggi kebersamaan dan keharmonisan. Menurutnya, Ramadan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus hubungan antar sesama. Jumat, 6 Maret 2026.

“Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat rasa kepedulian, kebersamaan, dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Spirit Ramadan yang berpadu dengan tradisi lokal tersebut diharapkan terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan dan budaya dapat berjalan selaras dalam membangun masyarakat yang harmonis dan penuh toleransi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....