Guru Ngaji di Kotim Dapat Perhatian Komunitas One Day One Juz
- 07 Mar 2026 16:42 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Kotawaringin Timur - Di tengah kesibukan menyambut bulan Ramadan, sebuah aksi mulia mengalir ke tangan ratusan guru ngaji di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebanyak 250 paket apresiasi dibagikan kepada para pengajar Al-Quran yang selama ini tanpa lelah membimbing masyarakat membaca kitab suci, Sabtu 7 Maret 2026.
Aksi ini digagas oleh Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kalimantan Tengah, sebuah gerakan yang telah menjadi cahaya harapan bagi pendidikan Al-Quran di wilayah Sampit dan sekitarnya.
"Guru ngaji itu merupakan ujung tombak terselenggaranya kegiatan mengaji setiap hari. Tanpa adanya guru ngaji, tidak ada yang bisa membimbing masyarakat untuk membaca Al-Quran," kata Sri Rejeki Syachwani, Ketua Pengurus Provinsi ODOJ Kalteng.
Para penerima bantuan berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari guru ngaji keliling yang mengabdi dari kampung ke kampung, pengajar Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), hingga guru ngaji di pelosok yang aksesnya sulit dijangkau.
Mereka adalah sosok-sosok yang kerap terlupakan, namun perannya sangat vital dalam membentuk karakter masyarakat melalui pendidikan agama.
Program apresiasi guru ngaji ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "Ramadan Bersama Al-Quran" yang telah menjadi tradisi tahunan ODOJ. Namun, komunitas ini tidak hanya berhenti pada pemberian apresiasi semata.
Sri Rejeki menjelaskan, berbagai program pembinaan Al-Quran juga terus digulirkan. "Kami juga mengadakan pesantren muslimah di empat titik rumah Quran binaan ODOJ Kalteng, kemudian klinik tahsin untuk pembenaran bacaan tajwid, serta program ODOJ Go To School," katanya.
Yang menggembirakan, minat masyarakat untuk mempelajari Al-Quran masih tinggi. Terutama dari kalangan ibu-ibu yang antusias mengikuti pembelajaran, bahkan di wilayah-wilayah terpencil sekalipun.
Kesadaran akan pentingnya menjangkau daerah terpencil membuat ODOJ terus memperluas sayap dakwahnya. "Kami berusaha menghidupkan sinar dakwah di pelosok-pelosok, karena di sana masih jarang tersentuh kegiatan dakwah," ujar Sri Rejeki.
Tidak hanya itu, komunitas ini juga mulai merangkul generasi muda. Dalam setahun terakhir, ODOJ gencar merekrut anak-anak muda untuk terlibat aktif dalam pembinaan dakwah Al-Quran melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan estafet perjuangan pendidikan Al-Quran tetap berlanjut ke generasi mendatang.
Sementara itu, Ahmad Robitha, Ketua Dewan Penasehat ODOJ Kalteng, mengungkapkan bahwa komunitas ini telah berkembang pesat sejak tahun 2016-2017. "ODOJ merupakan komunitas yang concern pada pengembangan Al-Quran, khususnya membaca Al-Quran. Kegiatannya berkembang cukup baik dari tahun ke tahun," ujarnya.
Peningkatan jumlah paket apresiasi menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap gerakan ini. "Dari tahun ke tahun meningkat, dari sekitar 200 paket menjadi 220 dan sekarang 250 paket. Ini semua dilakukan dengan dana swadaya serta dukungan para donatur," kata Robitha.
Meski seluruh kegiatan berjalan dengan sistem swadaya dan bantuan donatur, semangat para pengurus dan relawan tidak pernah surut.
Pilar Pembentuk Karakter Bangsa
Robitha menegaskan, apresiasi kepada guru ngaji bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk perhatian nyata terhadap peran mereka dalam membangun karakter bangsa.
"Guru ngaji itu salah satu pilar dalam membentuk karakter bangsa. Karena itu perhatian dan penghargaan kepada mereka sangat penting," ucapnya.
Di tengah gempuran modernisasi dan tantangan zaman, kehadiran guru-guru ngaji menjadi benteng moral yang menjaga generasi muda tetap terhubung dengan nilai-nilai spiritualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....