Polres Pulang Pisau Hadirkan Program Binaan Rohani di Balik Jeruji Besi
- 23 Feb 2026 15:51 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pulang Pisau - Di balik tembok Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pulang Pisau, sebuah transformasi sedang berlangsung. Bukan sekadar pengamanan fisik, namun pembinaan jiwa yang menyentuh kalbu para penghuninya.
Senin pagi 23 Februari 2026, suasana khidmat menyelimuti ruang tahanan. Para penghuni rutan duduk mendengarkan tausiyah dari anggota Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) tentang pentingnya memetik hikmah di setiap ujian kehidupan.
Ini adalah bagian dari program inovatif bernama TAMAN - singkatan dari Tahanan Beriman. Sebuah terobosan yang mengubah pendekatan pembinaan di dalam rutan, dari yang semula berfokus pada pengamanan, kini merambah ke dimensi spiritualitas.
"Perbanyak berdoa, memohon ampun kepada Tuhan, dan bertobat untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Berusahalah untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masyarakat kelak kalau sudah selesai menjalani masa hukuman," ujar petugas saat memberikan pencerahan kepada para tahanan.
Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji, melalui Kepala Sat Tahti IPTU Tri Budiyantoro, menegaskan bahwa penguatan mental dan spiritual menjadi kunci agar para tahanan tak kembali ke jalan yang salah.
"Pembinaan rohani dan mental ini bertujuan agar para tahanan tidak mengulangi lagi kesalahan yang melanggar hukum. Dengan taat beribadah, kami berharap ketika sudah kembali ke masyarakat, mereka menjadi pribadi yang jauh lebih baik," kata IPTU Tri Budiyantoro.
Program Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) ini dirancang khusus untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para tahanan. Lebih dari itu, program ini menjadi sarana bagi mereka untuk menyadari kesalahan dan berproses menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Sat Tahti meyakini bahwa perubahan perilaku paling efektif justru dimulai dari hati yang tenang dan beriman. Karena itu, pemahaman agama diberikan langsung kepada para tahanan di dalam sel mereka.
"Melalui program TAMAN ini, kami ingin menanamkan ilmu agama langsung ke dalam hati para penghuni Rutan. Harapannya, ini menjadi renungan yang mendalam bagi mereka, sehingga muncul kesadaran untuk selalu berbuat kebaikan," ucap Kasat Tahti.
Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan di rutan bukan hanya soal mengurung, tetapi juga membimbing. Bahwa di balik jeruji besi, masih ada harapan untuk berubah dan menjadi lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....