Spanyol Cetak 5 Rekor Sekaligus Usai Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

  • 17 Jul 2026 18:59 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kedigdayaan tim nasional Spanyol di kancah sepak bola internasional berada di puncaknya. Menundukkan perlawanan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 dengan skor meyakinkan 2-0 pada Rabu, 15 Juli 2026 dini hari WIB, skuad asuhan pelatih Luis de la Fuente tidak hanya memesan satu tempat di final Piala Dunia 2026, tetapi juga menorehkan tinta emas lewat lima rekor fantastis sekaligus.

Catatan data dari media olahraga terkemuka MARCA melansir bahwa kesuksesan penjaga gawang Spanyol Unai Simon menjaga kesucian gawangnya dari gempuran Kylian Mbappe cs malam itu di Stadion AT&T, Texas, menobatkan Spanyol sebagai tim pertama dalam sejarah yang mengemas enam clean sheet (tanpa kebobolan) dalam satu edisi Piala Dunia. Rekor pertahanan baja ini kian sahih lantaran mereka tercatat baru kebobolan satu gol saja sepanjang turnamen Piala Dunia ini bergulir.

Berdasarkan data statistik yang dihimpun oleh Opta Joe, kemenangan di Texas juga membawa Spanyol menyamai rekor unbeaten alias tak terkalahkan legendaris milik timnas Italia, yakni tidak terkalahkan dalam 37 pertandingan beruntun di semua kompetisi resmi. Sejak terakhir kali tersungkur dari Kolombia pada Maret 2024 lalu, anak-anak asuh De la Fuente menjelma menjadi monster menakutkan yang menyapu bersih kemenangan di Euro hingga semifinal Piala Dunia.

Tak berhenti sampai di situ, platform analisis olahraga Squawka mencatat La Roja (julukan Spanyol) kini memegang rekor sebagai negara Eropa pertama yang mampu memenangkan delapan pertandingan fase gugur secara berturut-turut di turnamen mayor (gabungan Piala Dunia dan Euro). Momentum ciamik ini terus terjaga sejak mereka menjuarai Euro 2024 dan berlanjut ke fase gugur Amerika Serikat dengan mendepak Austria, Portugal, Belgia, hingga Prancis.

Rekor kelima yang tak kalah mentereng adalah keberhasilan Unai Simon memecahkan rekor torehan menit beruntun tanpa kebobolan terjauh dalam sejarah Piala Dunia milik Walter Zenga (Italia) yang sudah bertahan puluhan tahun. Tembok kokoh yang dibuat bek tengah Pau Cubarsi dan Aymeric Laporte membuat lini serang Prancis frustrasi dan bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran hingga menit ke-63 pertandingan.

Gaya kepelatihan Luis de la Fuente yang memadukan dominasi penguasaan bola dengan efisiensi taktis tinggi terbukti ampuh membungkam kritik publik global. Spanyol era baru ini tampil lebih vertikal dan mematikan berkat sokongan bintang muda seperti Lamine Yamal dan eksekusi dingin penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22.

Kini, timnas Spanyol tinggal selangkah lagi menuju pencapaian baru untuk mengawinkan gelar juara Eropa dengan trofi Piala Dunia kedua mereka. Pertandingan final yang akan digelar di New York pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB nanti bakal menjadi pembuktian akhir apakah rekor-rekor fantastis ini akan disempurnakan dengan mahkota juara dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....