Indonesia-Korea Bentuk Pusat Pelatihan Teknologi Perikanan

  • 28 Feb 2025 08:52 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan Korea-Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC) atau Pusat Pelatihan Teknologi Perikanan Laut Terpadu Korea-Indonesia.

Pusat pelatihan tersebut diluncurkan pada Rabu (24/2/2025) lalu di Kantor BPPSDM KP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan), Ancol, Jakarta Utara.

KIOTEC merupakan implementasi Proyek Official Development Assistance (ODA) bertemakan "Establishment of the Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center and Enhancing Capacity Building in Indonesia". Proyek ini hasil kolaborasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) dengan Ministry of Oceans and Fisheries of Korea (MOF).

Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta dalam siaran resmi yang diterima RRI Palangka Raya, pada Jumat (28/2/2025), kehadiran KIOTEC tidak hanya sebagai fasilitas pelatihan, tetapi bentuk komitmen dalam menyiapkan tenaga profesional.

"Ini bentuk kesiapan kami menghadapi tantangan dan peluang di sektor ini," ujar I Nyoman Radiarta.

Pusat pelatihan yang diluncurkan ada 24 Februari lalu itu menjadi rumah bagi berbagai program unggulan. Sebut saja Master’s Degree Capacity Building Program, Doctoral Program, serta kursus keterampilan jangka pendek dan pelatihan berbasis topik khusus.

"Dengan kerja sama erat antara pemerintah, akademisi, industri, serta mitra internasional, saya yakin KIOTEC dapat berkembang menjadi pusat unggulan dalam pengembangan SDM yang kompetitif dan inovatif," ujar Nyoman.

Bersamaan dengan peresmian KIOTEC, diselenggarakan Marine Equipment Training 2025 dalam rangka mengoptimalkan sinergi antara pengembangan kapasitas akademik dan teknis, yang menjadi program pelatihan pertama di pusat pelatihan ini.

Perpaduan kedua acara ini mencerminkan komitmen KIOTEC sebagai pusat unggulan dalam peningkatan keterampilan SDM di sektor kelautan dan perikanan, sekaligus menandai dimulainya berbagai program pelatihan.

Sementara itu, Park Hansan, The ODA Project Manager and the Korean Director of the Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) mengatakan, sebagai bagian dari implementasi proyek ODA ini juga telah diselenggarakan berbagai program pengembangan kapasitas, salah satunya adalah Master’s Degree Capacity Building Program.

Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan akademik dan teknis mahasiswa Indonesia di bidang teknologi perikanan dan kelautan. Saat ini, program beasiswa ini dijalankan melalui kerja sama dengan enam universitas di Indonesia (ITB, IPB, UNDIP, UGM, UNHAS, dan UNPATTI) dengan total 40 penerima beasiswa.

"Saat kita memulai perjalanan ini, saya mengajak semua orang untuk memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan KIOTEC untuk berkreasi, bekerja sama, dan memajukan teknologi dan pendidikan kelautan. Mari kita rayakan awal baru ini dan berharap dapat memberikan dampak nyata dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan," ujar Park Hansan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendorong majunya sektor kelautan dan perikanan nasional. KKP melalui BBPSDM akan terus meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program penguatan SDM tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....