Sayur Daun Keladi dan Sulur Keladi, Lezat dan Kaya Cita Rasa
- 03 Agt 2026 15:28 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID,Palangka Raya - Daun keladi dan sulur keladi merupakan salah satu bahan pangan tradisional yang masih banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah. Meski sering dianggap sebagai tanaman liar, bagian daun dan sulurnya dapat diolah menjadi hidangan yang lezat apabila dimasak dengan benar.
Masyarakat di pedesaan telah lama memanfaatkan sayuran ini sebagai menu sehari-hari karena mudah diperoleh dan memiliki cita rasa khas. Sebelum diolah, daun maupun sulur keladi harus melalui proses pembersihan dan perebusan yang tepat untuk mengurangi kandungan kalsium oksalat penyebab rasa gatal.
Setelah direbus hingga cukup lunak, sayuran ini dapat dimasak menjadi berbagai hidangan, seperti sayur santan, tumisan, hingga campuran ikan atau udang. Teksturnya yang lembut berpadu dengan kuah gurih menjadikannya sajian yang menggugah selera.
Di Kalimantan Tengah, sayur daun keladi kerap dipadukan dengan ikan sungai, ikan asin, atau terasi sebagai penyedap alami. Penambahan cabai, bawang merah, bawang putih, serai, dan santan menghasilkan aroma yang harum sekaligus cita rasa gurih dan sedikit pedas.
Sulur keladi yang masih muda juga memiliki tekstur renyah sehingga menjadi pelengkap yang disukai banyak orang. Selain lezat, daun keladi juga mengandung berbagai nutrisi seperti serat, vitamin A, vitamin C, serta beberapa mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan seratnya membantu menjaga kesehatan pencernaan, sementara vitamin dan mineral berperan dalam mendukung daya tahan tubuh. Namun, pengolahannya tetap harus benar agar aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan rasa gatal.
Di sejumlah daerah, sayur daun keladi menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Resepnya beragam, menyesuaikan dengan bahan yang tersedia di setiap wilayah. Ada yang mengolahnya dengan santan kental, ada pula yang memilih kuah bening bercampur rempah agar cita rasa alami daun keladi tetap terasa.
Pemanfaatan daun dan sulur keladi sebagai bahan pangan juga menunjukkan kearifan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka. Tanaman yang tumbuh subur di lahan basah ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berpotensi mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah dibudidayakan.
Melestarikan kuliner berbahan daun dan sulur keladi menjadi salah satu cara menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan nusantara kepada generasi muda. Dengan pengolahan yang tepat, sayur daun keladi dan sulur keladi tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menjadi pilihan menu tradisional yang bergizi, ekonomis, dan tetap relevan di tengah berkembangnya ragam kuliner modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....