Dari Banyumas ke Nusantara, Kisah Tempe Mendoan
- 14 Jun 2026 18:40 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tempe mendoan merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang memiliki cita rasa unik dan telah dikenal luas di berbagai daerah.
Makanan ini terbuat dari tempe yang diiris tipis, dibalut adonan tepung berbumbu, lalu digoreng setengah matang hingga menghasilkan tekstur yang lembut di bagian dalam dan sedikit renyah di bagian luar.
Keunikan inilah yang membuat tempe mendoan memiliki banyak penggemar, baik sebagai camilan maupun lauk pendamping makanan utama.
Asal-usul tempe mendoan berasal dari wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Kata mendoan sendiri berasal dari bahasa Banyumasan, yaitu mendo yang berarti setengah matang atau memasak dengan minyak panas dalam waktu singkat.
Tradisi mengolah tempe dengan cara ini telah berkembang sejak lama dan menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Banyumas. Hingga kini, tempe mendoan tetap menjadi salah satu ikon makanan khas daerah yang banyak diburu wisatawan.
Popularitas tempe mendoan tidak hanya karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena bahan-bahannya yang sederhana dan mudah ditemukan.
Tempe sebagai bahan utama merupakan sumber protein nabati yang kaya nutrisi. Selain itu, penggunaan bumbu seperti bawang putih, ketumbar, daun bawang, dan garam memberikan aroma khas yang semakin menggugah selera saat disajikan hangat.
Proses pembuatan tempe mendoan dimulai dengan menyiapkan tempe khusus mendoan yang biasanya memiliki bentuk lebih lebar dan tipis dibandingkan tempe biasa. Selanjutnya, dibuat adonan tepung yang terdiri dari tepung terigu, sedikit tepung beras, bawang putih yang dihaluskan, ketumbar, garam, serta irisan daun bawang. Semua bahan dicampur dengan air hingga menghasilkan adonan yang cukup encer.
Setelah adonan siap, irisan tempe dicelupkan hingga seluruh permukaannya tertutup lapisan tepung berbumbu. Tempe kemudian digoreng dalam minyak panas dengan api sedang.
Berbeda dengan gorengan pada umumnya, proses penggorengan mendoan hanya dilakukan dalam waktu singkat sehingga warna tepung tidak terlalu kecokelatan dan teksturnya tetap lembut.
Tempe mendoan biasanya disajikan bersama cabai rawit segar atau sambal kecap yang terbuat dari campuran kecap manis, cabai, dan bawang merah.
Perpaduan rasa gurih dari tempe dan adonan tepung dengan sensasi pedas dari pelengkapnya menciptakan pengalaman kuliner yang khas. Tidak heran jika makanan ini sering menjadi pilihan camilan saat bersantai maupun berkumpul bersama keluarga.
Di tengah berkembangnya tren kuliner tradisional, tempe mendoan tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia.
Selain mudah dibuat di rumah, hidangan ini juga mencerminkan kekayaan budaya kuliner Nusantara yang sederhana namun penuh cita rasa.
Mengenal asal-usul dan cara pembuatannya menjadi salah satu cara untuk lebih menghargai warisan kuliner lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....