Mengapa Darah Menstruasi Bisa Memiliki Bau Berbeda, Ini Alasannya

  • 07 Okt 2026 14:43 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Darah menstruasi secara alami dapat memiliki sedikit bau ketika keluar dari vagina. Kondisi tersebut berkaitan dengan campuran darah, jaringan dari lapisan rahim, serta zat dan bakteri yang secara normal terdapat di vagina.

Dilansir dari laman Healthline, pada sebagian orang, darah menstruasi dapat berbau lebih kuat atau menyerupai bau amis maupun busuk. Bau tersebut tidak selalu menunjukkan masalah kesehatan, terutama jika hanya ringan dan tidak disertai gejala lain.

Bau seperti busuk dapat muncul karena darah dan jaringan menstruasi bercampur dengan bakteri, terutama ketika aliran darah cukup banyak. Penggunaan pembalut atau tampon yang terlalu lama juga dapat memperkuat bau, sehingga penting untuk menggantinya secara teratur.

Sementara itu, bau amis yang menyengat dapat menjadi tanda vaginosis bakterialis atau gangguan keseimbangan bakteri di vagina. Kondisi ini dapat disertai keputihan berwarna putih, abu-abu, hijau, atau kuning, serta rasa gatal dan perih saat buang air kecil.

Menjaga kebersihan selama menstruasi dapat membantu mengurangi bau yang tidak nyaman, antara lain dengan mengganti pembalut, tampon, atau pantyliner setiap beberapa jam. Mandi secara teratur juga dianjurkan, sedangkan penggunaan produk pewangi dan douching sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan iritasi atau mengganggu keseimbangan bakteri vagina.

Penggunaan produk menstruasi tanpa pewangi serta pakaian dalam berbahan katun yang dapat bernapas juga dapat membantu menjaga area genital tetap nyaman. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi kelembapan dan iritasi yang berpotensi memperburuk bau selama menstruasi.

Jika perubahan bau disertai keputihan berwarna kuning atau hijau, perdarahan yang lebih banyak dari biasanya, nyeri perut atau panggul, kram berat, maupun demam, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....