Jenis Tren Makanan Sehat namun Belum Tentu Bergizi, Ini Faktanya

  • 30 Sep 2026 17:14 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tren makanan sehat semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan dan kesehatan. Namun, makanan yang dipasarkan dengan label sehat tidak selalu memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan pilihan makanan lainnya.

Dilansir dari laman Healthline, berbagai label seperti rendah lemak, bebas gluten, rendah karbohidrat, vegan, dan tinggi protein sering digunakan untuk menarik konsumen yang ingin menjalani pola hidup lebih sehat. Padahal, label tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu produk rendah gula tambahan, lemak tidak sehat, atau bahan tambahan lainnya.

Granola, yoghurt berperisa, sereal sarapan, serta minuman dan makanan tinggi protein menjadi beberapa contoh produk yang perlu diperhatikan kandungannya. Sebagian produk tersebut dapat mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi, meskipun dipersepsikan sebagai pilihan sehat.

Tren minuman olahraga, minuman energi, smoothie siap minum, dan susu nabati juga perlu disikapi secara cermat. Beberapa produk dapat mengandung gula tambahan atau bahan lain dalam jumlah tinggi, sementara kebutuhan terhadap produk tersebut bergantung pada kondisi dan aktivitas setiap orang.

Produk bebas gluten juga tidak selalu lebih sehat bagi orang yang tidak memiliki gangguan terkait gluten. Demikian pula produk rendah lemak atau bebas lemak dapat menggantikan sebagian lemak dengan gula untuk mempertahankan rasa, sehingga konsumen tetap perlu memperhatikan informasi nilai gizi dan daftar bahan.

Tren makanan berbasis nabati turut berkembang, tetapi beberapa produk daging nabati dapat mengandung bahan yang sangat diproses, garam, atau gula dalam jumlah tertentu. Healthline juga menyoroti yoghurt beku dan camilan berlapis yoghurt yang tidak selalu memiliki perbedaan gizi sebesar yang mungkin dipersepsikan konsumen.

Karena itu, memilih makanan sehat sebaiknya tidak hanya bergantung pada klaim pada kemasan, tetapi juga mempertimbangkan kandungan gula tambahan, protein, serat, lemak, serta bahan penyusunnya. Secara umum, konsumsi lebih banyak makanan utuh seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan ikan dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....