Bahaya Abu Asap yang Masuk pada Makanan
- 21 Sep 2026 08:32 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya -,Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mencemari udara, tetapi juga menyebarkan abu dan abu halus beracun ke lingkungan sekitar.
Masyarakat perlu ekstra waspada terhadap potensi masuknya abu pembakaran ini ke dalam makanan atau minuman, karena dapat membawa risiko gangguan kesehatan serius bagi tubuh.
Abu hasil pembakaran vegetasi dan lahan gambut mengandung berbagai partikel berbahaya, seperti logam berat, karbon aktif, serta senyawa kimia toksik.
| Baca juga: Cara Sehat Konsumsi Sushi |
Jika abu tersebut mengontaminasi makanan terbuka dan tertelan, racun di dalamnya dapat mengiritasi saluran pencernaan serta memicu gangguan organ dalam jika terakumulasi dalam jangka panjang.
Selain risiko keracunan kimiawi, kontaminasi abu halus pada bahan pangan segar yang tidak dicuci bersih dapat memicu gejala infeksi lambung, mual, hingga diare.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dampak kesehatan akibat mengonsumsi makanan yang terpapar polutan pembakaran lahan tersebut.
Dokter mengimbau masyarakat untuk selalu menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan menutup rapat hidangan di meja makan.
Mengolah bahan pangan segar dengan mencucinya di bawah air mengalir serta menjaga kebersihan alat masak menjadi langkah krusial untuk mencegah paparan partikel abu berbahaya.
Peningkatan kedisiplinan dalam menjaga higiene sanitasi pangan sangat diharapkan di tengah ancaman kabut asap di Palangka Raya.
Menjaga kebersihan sajian harian merupakan langkah awal yang sangat efektif untuk melindungi keluarga dari bahaya penyakit. Dengan pengolahan yang bersih dan aman, kesehatan tubuh dapat tetap terjaga optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....