Hari Kesadaran Limfoma Sedunia, Dorong Deteksi Dini

  • 15 Sep 2026 20:38 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Kesadaran Limfoma Sedunia diperingati setiap 15 September untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai limfoma dan kanker pada sistem limfatik. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengenalkan fungsi sistem limfatik yang meliputi kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus, dan sumsum tulang.

Dilansir dari laman Pace Hospital, limfoma merupakan jenis kanker darah yang terjadi akibat pertumbuhan limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih, secara cepat dan tidak terkendali. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan sel abnormal yang berdampak pada kelenjar getah bening serta bagian lain dari sistem limfatik.

Secara umum, limfoma terbagi menjadi dua jenis utama, yakni Limfoma Hodgkin dan Limfoma non-Hodgkin. Pemahaman mengenai kedua jenis tersebut penting agar masyarakat lebih mengenali penyakit, gejala, serta pentingnya memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Sejumlah gejala limfoma antara lain pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak terasa sakit, kelelahan, keringat berlebih pada malam hari, demam berulang, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Gejala lainnya dapat berupa kehilangan selera makan, rasa gatal berkepanjangan, nyeri tulang, batuk, nyeri dada, atau sesak napas, meskipun tanda-tanda tersebut juga dapat muncul pada kondisi kesehatan lainnya.

Hari Kesadaran Limfoma Sedunia pertama kali diinisiasi oleh Lymphoma Coalition pada 2004 sebagai upaya meningkatkan perhatian publik terhadap limfoma. Organisasi tersebut kemudian berkembang sebagai jaringan kelompok pasien yang mendukung edukasi mengenai gejala, diagnosis, pengobatan, serta kehidupan setelah menjalani perawatan.

Pada 2026, kampanye Hari Kesadaran Limfoma Sedunia mengangkat tema “Navigating Lymphoma and CLL Together” atau “Menavigasi Limfoma dan CLL Bersama-sama”. Tema tersebut menekankan pentingnya informasi yang jelas, akses terhadap perawatan tepat waktu, serta dukungan emosional bagi pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan komunitas pendukung.

Peringatan ini diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih mengenali tanda-tanda limfoma dan tidak mengabaikan perubahan kesehatan yang berlangsung secara terus-menerus. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran, deteksi lebih awal dapat membantu seseorang memperoleh konsultasi serta penanganan medis yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....