Mengenal Runners Flu dan Penyebabnya, Kondisi Sakit setelah Maraton Panjang
- 05 Sep 2026 23:57 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menyelesaikan maraton merupakan tantangan fisik yang menguras energi dan membutuhkan daya tahan tubuh tinggi. Namun, sebagian pelari justru mengalami gejala seperti pilek, hidung tersumbat, batuk, atau sakit tenggorokan setelah mencapai garis finis, yang kerap disebut sebagai runner’s flu.
Dilansir dari laman Everyday Health, kondisi tersebut bukan berarti seseorang benar-benar terkena influenza, karena gejala dapat muncul akibat kombinasi stres fisik, kelelahan, serta perubahan sementara pada sistem kekebalan tubuh. Olahraga dengan intensitas tinggi dan durasi panjang seperti maraton dapat menyebabkan penurunan sementara beberapa fungsi imun sehingga tubuh lebih rentan terhadap gangguan kesehatan.
| Baca juga: Tips Mengatasi Batuk Berdahak |
Selain tekanan fisik, lingkungan perlombaan juga dapat meningkatkan kemungkinan terpapar kuman. Ribuan peserta dan pendukung biasanya berkumpul dalam jarak berdekatan, sementara perjalanan menuju lokasi lomba, kurang tidur, serta aktivitas padat dapat semakin membebani kondisi tubuh.
Selama maraton, tubuh menggunakan banyak cadangan energi dan mengalami kehilangan cairan melalui keringat. Kondisi tersebut, ditambah peningkatan hormon stres seperti kortisol, dapat memengaruhi respons kekebalan tubuh dan membuat pelari lebih mudah mengalami infeksi saluran pernapasan atas.
Risiko tersebut tidak selalu dialami oleh setiap pelari dan dapat dipengaruhi oleh beban latihan yang dijalani sebelumnya. Pelari dengan volume latihan yang tinggi dilaporkan lebih rentan mengalami sakit setelah maraton dibandingkan mereka yang memiliki beban latihan lebih rendah.
Untuk membantu mencegah sakit setelah maraton, pelari perlu memberikan tubuh waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan diri. Asupan karbohidrat, protein, cairan, tidur yang cukup, serta menjaga kebersihan tangan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dapat membantu mendukung proses pemulihan.
Jika gejala seperti pilek atau sakit tenggorokan muncul setelah maraton, sebaiknya jangan terburu-buru kembali berlatih sebelum kondisi membaik. Istirahat, mencukupi kebutuhan cairan dan makanan, serta berkonsultasi dengan tenaga medis apabila gejala berat atau memburuk merupakan langkah yang lebih aman untuk mendukung pemulihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....