Bahaya Perubahan Cuaca Panas ke Hujan Mendadak Terhadap Kesehatan
- 12 Mei 2026 15:57 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perubahan cuaca dari panas terik yang kemudian tiba-tiba diguyur hujan merupakan kondisi yang sering terjadi pada masa peralihan musim.
Perubahan yang cepat ini dapat memberikan dampak langsung terhadap kondisi kesehatan tubuh, terutama karena tubuh harus beradaptasi dalam waktu singkat.
Saat tubuh berada dalam kondisi panas, suhu tubuh meningkat dan keringat keluar lebih banyak. Ketika secara tiba-tiba terkena air hujan yang dingin, perubahan suhu yang ekstrem ini dapat membuat sistem pengaturan suhu tubuh bekerja lebih keras dan memicu rasa tidak nyaman.
Kondisi tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh sementara. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan virus dan bakteri yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti flu, batuk, dan demam.
Selain itu, perubahan suhu yang drastis juga dapat memicu keluhan pada saluran pernapasan. Udara yang panas lalu berubah menjadi dingin dan lembap dapat membuat tenggorokan terasa kering, iritasi, hingga memperburuk kondisi bagi yang memiliki riwayat asma atau alergi.
Paparan hujan setelah kondisi panas juga dapat menyebabkan tubuh mengalami kelelahan lebih cepat. Jika tidak segera mengeringkan tubuh setelah kehujanan, suhu tubuh yang menurun dapat meningkatkan risiko masuk angin dan demam ringan.
Kelembapan yang meningkat setelah hujan turun juga menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya kuman di lingkungan sekitar. Hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi gangguan kesehatan, terutama pada kulit dan saluran pernapasan.
Dengan perubahan cuaca yang berlangsung cepat dari panas ke hujan, dampak kesehatan yang paling sering muncul adalah menurunnya daya tahan tubuh dan meningkatnya risiko penyakit ringan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga kebugaran tubuh agar tetap stabil di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....