Hair Extensions Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, Perlu Diwaspadai
- 05 Sep 2026 23:53 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sambungan rambut atau hair extensions banyak digunakan untuk memperpanjang, menebalkan, sekaligus mempercantik tampilan rambut. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa produk tersebut dapat mengandung berbagai bahan kimia yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Dilansir dari laman Everyday Health, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environment & Health menganalisis 43 produk hair extensions yang tersedia secara komersial, termasuk produk berbahan sintetis, serat nabati, dan rambut manusia. Dari pemeriksaan tersebut, peneliti menemukan lebih dari 900 tanda kimia dan berhasil mengidentifikasi 169 jenis zat secara spesifik.
Sebanyak 48 bahan kimia yang teridentifikasi tercantum dalam setidaknya satu daftar zat berbahaya, sementara 91 persen sampel mengandung sedikitnya satu bahan yang masuk daftar California Proposition 65. Beberapa zat tersebut dikaitkan dengan gangguan hormon, masalah reproduksi, iritasi kulit, serta risiko kanker, meskipun keberadaan suatu bahan kimia tidak secara otomatis membuktikan bahwa penggunaan produk tersebut akan menyebabkan penyakit.
Salah satu kelompok zat yang menjadi perhatian adalah ftalat dan organotin, yang dapat digunakan dalam proses pembuatan atau pengolahan bahan sintetis. Peneliti juga menemukan bahan lain, seperti senyawa penghambat api, pestisida, stirena, dan tetrachloroethane dalam sejumlah sampel yang diperiksa.
Risiko paparan menjadi perhatian karena hair extensions dapat bersentuhan langsung dengan kulit kepala dan leher selama berminggu-minggu, bahkan lebih lama. Proses seperti pemanasan, perebusan, atau penataan rambut juga berpotensi meningkatkan paparan melalui udara, sementara bahan tertentu dapat berpindah ke tangan atau kulit selama penggunaan.
Penelitian tersebut juga menyoroti minimnya informasi mengenai komposisi bahan pada kemasan atau situs penjualan sejumlah produk sambungan rambut. Karena itu, konsumen sebaiknya lebih cermat memilih produk, memperhatikan informasi bahan yang tersedia, serta tidak langsung menganggap klaim seperti “tidak beracun” sebagai jaminan bahwa produk bebas dari semua bahan yang berpotensi berbahaya.
Temuan ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar paparan bahan kimia dari hair extensions dapat memengaruhi kesehatan dalam penggunaan jangka panjang. Di sisi lain, transparansi kandungan bahan dan pengawasan produk yang lebih baik diperlukan agar konsumen dapat membuat pilihan yang lebih aman tanpa harus mengorbankan kebutuhan maupun gaya rambut mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....