Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Perlindungan Diri
- 04 Agt 2026 21:31 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Memasuki musim kemarau, masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Paparan asap dalam waktu yang lama dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, paparan kabut asap dapat memicu gangguan kesehatan seperti iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk penyakit asma dan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Karena itu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker yang sesuai, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, serta memperbanyak konsumsi air putih.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga disarankan menjaga kebersihan udara di dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela ketika kabut asap pekat, serta menggunakan penyaring udara apabila tersedia. Bagi warga yang mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata yang berat, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat memengaruhi kualitas udara.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca dan kualitas udara secara berkala serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperparah munculnya kabut asap.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan dan lingkungan.
Melalui kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan serta kepedulian terhadap lingkungan, dampak kabut asap diharapkan dapat diminimalkan.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kualitas udara tetap baik, sehingga aktivitas sehari-hari dapat berlangsung dengan aman dan kesehatan masyarakat tetap terpelihara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....