Layanan Bedah Saraf bagi Penderita Stroke di Palangka Raya Semakin Diperkuat
- 02 Agt 2026 22:52 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Akses layanan kesehatan spesialis di Kalimantan Tengah terus mengalami penguatan, salah satunya melalui pengembangan layanan bedah saraf di Kota Palangka Raya. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit saraf tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Siloam Clinical Symposium 2026 yang menghadirkan jajaran dokter spesialis saraf, ortopedi, anestesi, serta manajemen rumah sakit. Dalam kegiatan tersebut dipaparkan perkembangan layanan bedah saraf yang didukung dokter subspesialis, teknologi penunjang medis, serta kolaborasi dengan sejumlah pakar nasional.
Sales Associate Director Siloam Hospitals Group, Angelia Agustine, mengatakan tantangan utama pengembangan layanan bedah saraf di Indonesia, termasuk di Kalimantan, masih terletak pada keterbatasan jumlah dokter spesialis dan subspesialis. Karena itu, menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pengembangan tenaga medis perlu terus didorong agar kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dapat terpenuhi.
“Selain memperkuat SDM, Siloam Palangka Raya juga mengandalkan fasilitas penunjang modern, termasuk MRI dan teknologi operasi minimal invasif untuk penanganan tulang belakang. Kehadiran teknologi tersebut memungkinkan proses diagnosis lebih cepat dan akurat sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat tanpa harus bepergian ke kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya,” ucapnya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Dalam kesempatan yang sama, para dokter mengingatkan bahwa stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Oleh karena itu, deteksi dini, penanganan cepat, serta kemudahan akses terhadap layanan kesehatan dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Direktur Rumah Sakit Siloam Palangka Raya, dr. Indriyani Wijaya, mengatakan penyediaan layanan kesehatan di daerah juga diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus berobat ke luar daerah. Menurutnya, pelayanan yang tersedia di daerah dapat membantu menghemat waktu, biaya transportasi, maupun akomodasi pasien dan keluarga.
Menanggapi pertanyaan mengenai akses bagi peserta BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa penanganan kasus stroke terus diperkuat melalui sistem layanan kegawatdaruratan dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan lain di Palangka Raya. Ke depan, sinergi antara rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan pemerintah diharapkan semakin kuat agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah dijangkau, dan berkualitas.
Kegiatan Siloam Clinical Symposium 2026 turut dihadiri sejumlah dokter spesialis dan subspesialis dari berbagai bidang, antara lain dr. Ferry Irawan, dr. Noor Akbar, dr. Perwira Bintang Hari, Dr. dr. Kukuh Dwiputra Hernugrahanto, dan Prof. Dr. dr. Julius July. Forum tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan dan perkembangan layanan kesehatan spesialis yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....