Dinkes Palangka Raya Bentuk Kelurahan Siaga TBC
- 10 Jun 2026 22:17 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menginisiasi pembentukan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC), sebagai upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut di tingkat masyarakat. Program ini diluncurkan melalui kegiatan yang digelar di Hotel Luwansa pada Rabu, 10 Juni 2026, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat kota hingga kelurahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, gejala TBC tidak selalu mudah dikenali, karena setiap penderita dapat mengalami kondisi yang berbeda.
Ada yang mengalami panas dingin dan batuk berkepanjangan, namun ada pula yang tidak menunjukkan gejala hingga akhirnya diketahui setelah mengalami batuk darah dan menjalani pemeriksaan medis.
“Masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui rontgen maupun tes dahak. Puskesmas Pahandut saat ini telah memiliki alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang dapat membantu mendeteksi TBC sekaligus mengetahui tingkat kekebalan bakteri terhadap antibiotik tertentu. Keberadaan alat tersebut dinilai sangat penting untuk menentukan jenis pengobatan yang tepat bagi pasien,” ujarnya.
Menurut Riduan, kasus TBC di Kota Palangka Raya dalam beberapa tahun terakhir, mulai 2023 hingga 2026, masih tergolong cukup tinggi. Karena itu, pihaknya berharap melalui pembentukan Kelurahan Siaga TBC, semakin banyak kasus yang dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan dan pengobatan bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
Ia menuturkan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kemandirian masyarakat dalam mengenali, mencegah, serta menanggulangi penyebaran TBC di lingkungan masing-masing. Selain itu, akan dibentuk tim Kelurahan Siaga TBC yang disahkan melalui surat keputusan, melatih kader kesehatan lokal untuk melakukan pelacakan dan skrining mandiri, mempercepat penemuan kasus yang belum terdeteksi, serta meningkatkan angka kesembuhan pasien TBC.
Riduan menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak. Oleh karena itu, kegiatan tersebut turut dihadiri Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Kalimantan Tengah, serta sejumlah organisasi perangkat daerah seperti Bapperida, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk), Dinas Komunikasi dan Informatika, serta BPKAD.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, diharapkan upaya eliminasi TBC di Kota Palangka Raya dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan mewujudkan masyarakat yang sehat merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga dengan memperkuat pencegahan dan pemberantasan berbagai penyakit menular, termasuk tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi perhatian serius.
“Untuk mendukung langkah tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar pertemuan yang melibatkan berbagai unsur terkait. Kegiatan itu dihadiri oleh kepala puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader kesehatan, serta perwakilan Kelurahan Siaga TBC yang memiliki peran penting dalam mendukung program pengendalian penyakit di tingkat masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat koordinasi seluruh pihak yang terlibat. Dengan adanya kesamaan persepsi dan kerja sama yang baik, program-program penanggulangan TBC yang telah direncanakan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menekan angka kasus serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Palangka Raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....