Dampak Sering Melewatkan Sarapan Bagi Tubuh

  • 31 Jul 2026 15:24 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sarapan menjadi waktu makan pertama yang berfungsi mengisi kembali energi setelah tubuh berpuasa selama tidur. Meski demikian, masih banyak orang memilih melewatkan sarapan karena terburu-buru, sedang menjalani diet, atau tidak merasa lapar di pagi hari. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kondisi tubuh dan aktivitas sepanjang hari.

Saat seseorang tidak sarapan, kadar gula darah cenderung menurun sehingga tubuh memiliki pasokan energi yang lebih sedikit untuk beraktivitas. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, serta menurunkan produktivitas, terutama pada anak-anak dan pekerja yang membutuhkan fokus tinggi.

Melewatkan sarapan juga dapat memicu rasa lapar berlebihan pada siang atau sore hari. Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi makanan dalam porsi lebih banyak atau memilih camilan tinggi gula, garam, dan lemak. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini berpotensi meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.

Selain itu, tidak sarapan secara rutin dapat memengaruhi kesehatan pencernaan pada sebagian orang. Lambung yang kosong lebih lama dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu rasa tidak nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit maag atau gangguan lambung. Meski demikian, respons setiap orang bisa berbeda, tergantung kondisi kesehatan dan pola makan secara keseluruhan.

Para ahli gizi menyarankan sarapan dengan menu yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta vitamin dan mineral agar energi tubuh tetap terjaga hingga waktu makan berikutnya.

Pilihan seperti nasi dengan lauk berprotein, roti gandum, telur, oatmeal, buah, atau susu dapat menjadi menu sarapan yang seimbang untuk mendukung kesehatan dan menjaga performa tubuh sepanjang hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....