Dinkes Palangka Raya Imbau Masyarakat Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
- 19 Jul 2026 21:20 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh di tengah perubahan cuaca yang terjadi. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas yang tidak penting setelah bekerja dan lebih banyak beristirahat di rumah.
"Perubahan cuaca yang terkadang panas dan hujan dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Karena itu, warga diminta menjaga stamina dengan mengonsumsi air putih yang cukup serta makanan sehat," ujarnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi hingga saat ini masih tergolong kecil. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satrio Budi, mengatakan luasan lahan yang terbakar rata-rata kurang dari satu hektare.
Salah satu kejadian karhutla yang terjadi baru-baru ini memiliki luasan sekitar 0,1 hektare. Menurutnya, kecilnya luasan lahan yang terbakar tidak terlepas dari penanganan yang cepat oleh petugas di lapangan. Meski demikian, Hendrikus tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia menegaskan, Pemko Palangka Raya melalui instruksi Wali Kota telah meminta seluruh pihak untuk bersikap tegas terhadap potensi karhutla. Setiap proses pemadaman, BPBD juga akan melakukan inventarisasi data di lapangan.
"Apabila kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat, maka penyebab kebakaran akan ditelusuri oleh pihak kepolisian untuk mengetahui apakah terdapat unsur kelalaian," ujarnya, Minggu, 19 Juli 2026.
Terpisah, Lurah Bukit Tunggal, Subhanor, mengatakan Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) telah disiagakan penuh, untuk membantu proses pemadaman. Seluruh personel, armada, dan peralatan dipastikan dalam kondisi siap digunakan kapan saja, meski tidak seluruh anggota harus selalu berada di kantor Kelurahan.
Selain mengerahkan personel TSAK, upaya pemadaman juga didukung peralatan dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter. Sinergi antara BPBD Kota, BPBD Provinsi, dan TSAK diharapkan mampu mempercepat pengendalian karhutla sekaligus mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Kota Palangka Raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....