Hari Kesadaran Benzodiazepin Sedunia, Tingkatkan Edukasi Penggunaan Obat

  • 12 Jul 2026 23:02 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Kesadaran Benzodiazepin Sedunia atau World Benzodiazepine Awareness Day diperingati setiap tanggal 11 Juli untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko penggunaan obat golongan benzodiazepin. Peringatan ini juga bertujuan mengedukasi publik tentang ketergantungan fisik akibat penggunaan obat sesuai resep serta pentingnya penggunaan yang aman dan bertanggung jawab.

Gerakan ini mengusung slogan "Change Through Unity" sebagai ajakan untuk membangun kepedulian bersama terhadap persoalan yang dialami sebagian pasien pengguna benzodiazepin. Misinya adalah meningkatkan kesadaran global mengenai ketergantungan fisik yang dapat timbul akibat penggunaan benzodiazepin yang diresepkan secara medis.

Hari Kesadaran Benzodiazepin Sedunia didirikan oleh Wayne Douglas yang terdorong setelah menyaksikan banyak penyintas mengalami kesulitan memperoleh dukungan dan pemahaman. Gagasan penyelenggaraan hari peringatan internasional ini kemudian berkembang bersama Barry Haslam untuk menyatukan berbagai upaya advokasi yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri.

Peringatan ini terbuka bagi semua kalangan, mulai dari pasien, keluarga, tenaga kesehatan, pendamping, hingga masyarakat umum yang ingin berkontribusi meningkatkan kesadaran. Partisipasi bersama diharapkan mampu memperkuat dukungan bagi mereka yang terdampak sekaligus mendorong perubahan kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Salah satu tujuan utama kampanye ini adalah mendorong pemberian informasi yang lengkap kepada pasien sebelum benzodiazepin diresepkan. Selain itu, kampanye juga mendukung penggunaan obat dalam jangka pendek sesuai indikasi medis, penghentian obat secara bertahap di bawah pengawasan tenaga kesehatan, serta peningkatan pendidikan bagi para tenaga medis mengenai tata laksana penggunaan dan penghentian benzodiazepin.

Menurut penyelenggara, kesadaran global diperlukan karena masih banyak pasien yang mengalami ketergantungan fisik, gejala putus obat, maupun dampak kesehatan lain yang belum dipahami secara luas. Mereka juga menilai perlunya peningkatan edukasi, penelitian, layanan pendampingan, dan kepatuhan terhadap pedoman peresepan agar risiko terhadap pasien dapat diminimalkan.

Melalui Hari Kesadaran Benzodiazepin Sedunia, masyarakat diajak memahami manfaat sekaligus risiko obat ini secara seimbang tanpa menimbulkan stigma terhadap pengguna maupun tenaga kesehatan. Kampanye tersebut menekankan bahwa penggunaan, pengurangan dosis, maupun penghentian benzodiazepin sebaiknya selalu dilakukan berdasarkan konsultasi dan pengawasan dokter agar tetap aman bagi pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....