Perubahan Iklim Picu Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Dunia
- 15 Jun 2026 21:16 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perubahan iklim semakin diakui sebagai salah satu faktor yang memperburuk penyebaran berbagai penyakit menular, termasuk demam berdarah dengue. Dilansir dari laman Stanford Report, sebuah studi yang dipublikasikan oleh para peneliti dari Universitas Stanford dan sejumlah lembaga penelitian lainnya menunjukkan bahwa kenaikan suhu global telah meningkatkan beban penyakit dengue secara signifikan di berbagai negara di Asia dan Amerika.
Penelitian tersebut menganalisis lebih dari 1,4 juta data kejadian dengue dari 21 negara selama periode panjang. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan suhu menciptakan kondisi yang lebih ideal bagi nyamuk Aedes untuk berkembang biak dan menularkan virus dengue kepada manusia.
Para peneliti menemukan bahwa penularan dengue mencapai tingkat tertinggi pada suhu sekitar 27,8 derajat Celsius. Ketika wilayah yang sebelumnya lebih sejuk mengalami pemanasan, risiko penyebaran penyakit meningkat tajam karena lingkungan menjadi lebih sesuai bagi siklus hidup nyamuk pembawa virus.
Studi tersebut memperkirakan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan lebih dari 4,6 juta infeksi dengue tambahan setiap tahun di negara-negara yang diteliti. Secara rata-rata, sekitar 18 persen kasus dengue selama periode 1995 hingga 2014 berkaitan dengan kenaikan suhu akibat perubahan iklim.
Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, jumlah kasus dengue diproyeksikan bertambah antara 49 hingga 76 persen pada tahun 2050. Bahkan, lebih dari 260 juta orang diperkirakan akan tinggal di wilayah yang mengalami peningkatan risiko infeksi dengue secara signifikan pada pertengahan abad ini.
Selain suhu yang lebih tinggi, cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan banjir juga berperan dalam memicu wabah dengue. Penelitian lanjutan yang dilakukan Stanford menunjukkan bahwa kondisi panas dan curah hujan ekstrem berkontribusi besar terhadap wabah dengue besar di Peru pada 2023 dengan menciptakan lebih banyak tempat berkembang biak bagi nyamuk.
Temuan ini menegaskan bahwa perubahan iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Para peneliti menekankan pentingnya pengendalian emisi, penguatan sistem kesehatan, pengendalian nyamuk, serta pemanfaatan vaksin dengue untuk mengurangi dampak penyakit yang diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....