Dinkes Kalteng Ingatkan Dampak Jangka Panjang Mikroplastik bagi Kesehatan

  • 09 Apr 2026 23:20 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Mikroplastik menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia karena dapat masuk ke dalam tubuh tanpa disadari dan berdampak dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, mengatakan bahaya mikroplastik bersifat akumulatif dan tidak langsung dirasakan.

“Ini bukan penyakit yang muncul tiba-tiba. Mikroplastik bisa bertahan di dalam tubuh dalam waktu lama dan perlahan memengaruhi fungsi organ,” ujarnya, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, mikroplastik dapat masuk melalui makanan, minuman, maupun paparan lingkungan yang telah terkontaminasi. Dalam jangka panjang, partikel tersebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan sesuai organ yang terdampak.

Menurutnya, belum ada terapi khusus untuk menangani mikroplastik, sehingga penanganan dilakukan berdasarkan penyakit yang muncul, seperti gangguan kardiovaskular atau organ lainnya.

Fenomena ini juga berkaitan erat dengan persoalan lingkungan. Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik akan terurai menjadi partikel kecil, mencemari tanah, sungai, dan laut, lalu masuk ke rantai makanan manusia.

Karena itu, masyarakat diimbau mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah.

“Masalah kesehatan ini berawal dari kebiasaan sehari-hari. Jika pengelolaan sampah tidak dibenahi, risiko paparan akan terus meningkat,” katanya.

Dinas Kesehatan Kalteng menegaskan, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya soal estetika, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang, mengingat dampak mikroplastik berpotensi membahayakan generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....