Bahaya Menghisap Vape bagi Anak Muda
- 29 Mar 2026 22:49 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Penggunaan rokok elektronik atau vape semakin marak di kalangan anak muda. Banyak yang menganggap vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional, padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar dan justru dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Salah satu bahaya utama vape adalah kandungan nikotin yang tetap tinggi. Nikotin bersifat adiktif dan dapat memengaruhi perkembangan otak remaja yang masih dalam tahap pertumbuhan. Akibatnya, pengguna muda berisiko mengalami gangguan konsentrasi, perubahan suasana hati, hingga ketergantungan.
Selain itu, cairan vape mengandung berbagai bahan kimia berbahaya yang dapat merusak paru-paru. Paparan zat-zat ini dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan, termasuk bronkitis dan gangguan paru lainnya.
Penggunaan vape juga dikaitkan dengan munculnya penyakit serius seperti EVALI, yaitu cedera paru akibat penggunaan rokok elektronik. Kondisi ini dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, hingga berujung pada perawatan intensif di rumah sakit.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, vape juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Ketergantungan nikotin dapat memicu kecemasan dan stres, serta membuat pengguna sulit berhenti meskipun sudah mengetahui dampak buruknya.
Dari sisi sosial, penggunaan vape di usia muda juga berpotensi menjadi pintu masuk terhadap kebiasaan merokok konvensional. Banyak penelitian menunjukkan bahwa remaja yang menggunakan vape memiliki kemungkinan lebih besar untuk beralih ke rokok biasa.
Melihat berbagai risiko tersebut, anak muda diimbau untuk lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan tidak mudah terpengaruh tren. Edukasi dari orang tua, sekolah, dan pemerintah sangat penting untuk mencegah meningkatnya penggunaan vape serta melindungi generasi muda dari dampak buruknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....