Periksa TORCH, Langkah Penting Cegah Katarak Kongenital pada Bayi

  • 24 Mar 2026 19:56 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemeriksaan TORCH sebelum kehamilan menjadi langkah penting dalam mencegah katarak kongenital pada bayi. Dokter spesialis mata di Palangka Raya, Grace Farinthska N Sulaeman, menegaskan bahwa infeksi virus rubella merupakan salah satu penyebab utama kondisi tersebut.

Menurut dr. Grace, katarak kongenital tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi paling sering disebabkan oleh infeksi Rubella pada ibu saat kehamilan. Virus ini dapat menular melalui plasenta dan berdampak pada janin.

“Infeksi rubella pada ibu hamil dapat ditransmisikan ke bayi melalui plasenta dan menimbulkan berbagai kelainan. Biasanya bukan hanya katarak, tetapi juga gangguan pendengaran hingga gangguan saraf seperti cerebral palsy,” katanya, saat menjadi narasumber Program Indonesia Sehat di Pro 1 RRI Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, kondisi tersebut dikenal sebagai sindrom, karena melibatkan lebih dari satu gangguan pada bayi yang baru lahir. Untuk mencegah risiko tersebut, dr. Grace menyarankan calon ibu melakukan skrining kesehatan sejak sebelum merencanakan kehamilan. Salah satunya melalui pemeriksaan TORCH, yang bertujuan mendeteksi infeksi seperti toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex (HSV).

“Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum menikah atau saat merencanakan kehamilan. Dengan begitu, jika ditemukan infeksi, penanganan bisa dilakukan lebih awal. Sebab saat sudah hamil, pilihan obat menjadi terbatas demi keamanan ibu dan janin,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi calon ayah, termasuk skrining penyakit menular. Hal ini untuk memastikan kondisi kesehatan kedua orang tua sebelum memasuki masa kehamilan.

Dalam upaya pencegahan, vaksinasi juga memiliki peran penting, terutama vaksin MMR yang melindungi dari campak dan rubella. Menurutnya, vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum kehamilan dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan.

“Vaksin MMR sangat penting, apalagi saat ini kasus campak juga meningkat. Tentu setiap tindakan ada risiko dan manfaat, tetapi pencegahan tetap jauh lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, dr. Grace menjelaskan bahwa katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata yang seharusnya jernih. Pada bayi, kondisi ini dapat mengganggu penglihatan sejak dini.

Untuk penanganannya, tindakan medis utama adalah operasi, yakni membersihkan lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan. Namun pada beberapa kasus tertentu, seperti ukuran bola mata yang terlalu kecil, pemasangan lensa buatan tidak dapat dilakukan.

“Pada kondisi tersebut, anak akan bergantung pada kacamata khusus atau lensa kontak untuk membantu penglihatannya,” katanya.

dr. Grace juga membedakan katarak pada anak menjadi dua jenis, yakni katarak kongenital yang terjadi sejak lahir dan katarak developmental yang berkembang seiring pertumbuhan anak. Melalui edukasi dan pemeriksaan dini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan selama kehamilan guna mencegah gangguan serius pada bayi, termasuk katarak kongenital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....