Kesadaran Screening HIV Remaja Masih Perlu Ditingkatkan
- 28 Feb 2026 14:46 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kesadaran masyarakat untuk melakukan screening HIV di Indonesia masih tergolong minim. Padahal, screening menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan HIV, terutama bagi kelompok-kelompok rentan.
Dokter Umum Prodia Palangka Raya, dr. Crista Lorensa, mengatakan dari berbagai kelompok usia, pemeriksaan HIV lebih banyak dilakukan oleh orang dewasa yang sudah bekerja. Sementara itu, screening pada kelompok remaja masih minim, meski kasus di masyarakat tergolong cukup banyak.
"Untuk sejauh ini memang yang kebanyakan melakukan pemeriksaan itu adalah orang-orang yang sudah bekerja, mungkin karena memang orang yang sudah bekerja dianggap lebih aware. Untuk remaja sendiri, untuk saat ini memang cukup banyak," katanya, Jumat, 27 Februari 2026.
dr. Crista Lorensa menambahkan, edukasi HIV di kalangan remaja perlu terus digencarkan secara konsisten. Saat ini, remaja termasuk kelompok yang riskan terhadap penularan HIV karena berada dalam fase pencarian jati diri.
"PR paling penting memang untuk remaja ini, justru kalau menurut saya sekarang adalah yang paling riskan dan yang harus kita edukasi benar-benar ini adalah remaja. Karena remaja ini kan tahap pencarian jati diri, kemudian jika melenceng agak salah anak muda sering kali malu untuk bertanya," katanya.
Menurutnya, banyak remaja yang sebenarnya ingin mencari informasi, namun terkendala rasa malu dan kurangnya ruang aman untuk bertanya. Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih terbuka dan ramah remaja agar mereka berani melakukan screening secara sukarela.
Upaya edukasi yang masif dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya deteksi dini HIV. Dengan keterlibatan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan, diharapkan angka penularan dapat ditekan dan stigma terhadap HIV semakin berkurang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....