Kadinkes Palangka Raya: Virus Nipah Jangan Dibesarkan, Temuan Nihil

  • 30 Jan 2026 21:54 WIB
  •  Palangkaraya

KBRN, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan memastikan belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Kota Palangka Raya. Masyarakat diimbau untuk tidak menggiring pemberitaan secara berlebihan agar tidak menimbulkan kepanikan seperti pada masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Secara alami, virus ini dibawa oleh kelelawar pemakan buah dari famili Pteropodidae.

“Virus Nipah awalnya menular antarhewan, namun berdasarkan informasi terbaru, penularan juga dapat terjadi dari hewan ke manusia. Namun untuk Kota Palangka Raya, hingga saat ini belum ada informasi maupun laporan terkait adanya kasus Virus Nipah,” ujar Riduan, Kamis 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, orang yang terinfeksi Virus Nipah dapat mengalami gejala yang bervariasi, bahkan ada yang tanpa gejala atau asimptomatis. Umumnya, infeksi dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan akut, baik ringan maupun berat, hingga ensefalitis atau radang otak yang bersifat fatal. “Gejala awal biasanya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, serta nyeri tenggorokan,” katanya.

Riduan menegaskan bahwa status kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya saat ini masih dalam kategori aman. Hingga kini, belum ada warga yang terkonfirmasi terjangkit virus yang menyerang sistem pernapasan dan saraf tersebut.

Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan dan pengawasan secara berkelanjutan, serta berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, khususnya dalam pengawasan sektor hewan yang berpotensi menjadi inang virus.

“Untuk pengawasan dari sisi hewan merupakan kewenangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Sementara kami dari sisi kesehatan manusia terus bersiaga,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Riduan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik berlebihan. Warga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga daya tahan tubuh.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menjaga imunitas tubuh, menghindari kontak langsung dengan hewan yang tampak sakit, serta tidak mengonsumsi buah-buahan yang telah terdapat bekas gigitan hewan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....