Enam Peserta Operasi Gratis Bibir Sumbing Jalani Skrining

  • 17 Jun 2026 18:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sebanyak enam peserta operasi bibir sumbing gratis dalam kegiatan Bhakti sosial HUT Bhayangkara ke 80 menjalani proses skrining kesehatan guna menentukan kelayakan mereka untuk dioperasi di RS Bhayangkara Palangka Raya.

Bukan prosedur sederhana, tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh, mulai dari evaluasi kesehatan umum, uji laboratorium, hingga penilaian langsung oleh dokter spesialis.

Setiap peserta diperiksa secara cermat untuk memastikan kondisi tubuh mereka cukup kuat menjalani tindakan bedah dengan aman. Mereka yang dinyatakan lolos seleksi medis akan segera dijadwalkan menjalani operasi sesuai rekomendasi tim dokter.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat di bidang kesehatan. Melalui kolaborasi dengan Smile Train Indonesia dan Yayasan Senyum Harapan Nusantara, kami berharap dapat membantu pasien bibir sumbing dan celah langit-langit memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka," ujar AKBP dr. Anton Sudarto. Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menambahkan, selain tindakan operasi, pasien dan keluarga turut mendapatkan edukasi serta pendampingan terkait perawatan pascaoperasi memastikan proses pemulihan berjalan lancar hingga tuntas.

Operasi bibir sumbing dan celah langit-langit bukan hanya soal penampilan. Menurut dr. Anton, tindakan ini menyentuh aspek yang jauh lebih dalam seperti memperbaiki fungsi bicara, kemampuan makan, dan yang tak kalah penting, membangun kembali rasa percaya diri. Dampaknya terasa nyata, terutama bagi anak-anak yang masih panjang perjalanan hidupnya.

Smile Train Indonesia, organisasi internasional yang telah lama berfokus pada penanganan bibir sumbing di seluruh dunia, memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan program ini. Sementara Yayasan Senyum Harapan Nusantara mengambil peran penting di lapangan, menjaring peserta, memberikan edukasi kepada keluarga pasien, serta mendampingi proses layanan kesehatan dari awal hingga masa pemulihan pascaoperasi.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa penanganan masalah kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih efektif ketika pemerintah, institusi keamanan, dan organisasi sosial bergerak bersama.

Kegiatan ini disambut hangat oleh masyarakat dan keluarga para peserta. Mereka mengaku sangat terbantu, layanan operasi yang digratiskan tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga membuka lembaran baru bagi masa depan sang anak.

Melalui momen Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polda Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya, kehadiran Polri bukan hanya dirasakan di pos keamanan dan jalan raya, tetapi juga di ruang-ruang rumah sakit, di sisi masyarakat yang paling membutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....