Kasus ISPA di Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya Mulai Menurun

  • 06 Okt 2026 20:53 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu, Palangka Raya, mulai menunjukkan penurunan setelah mengalami peningkatan cukup signifikan pada Agustus lalu. Penurunan kasus mulai terlihat memasuki September, meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih terjadi.

Kepala Puskesmas Bukit Hindu Palangka Raya, Hellyana, mengatakan peningkatan kasus ISPA pada Agustus terjadi seiring kondisi kabut asap yang cukup pekat akibat karhutla. Kondisi tersebut berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pada saluran pernapasan.

Menurut Heliana, jumlah pasien ISPA mulai mengalami penurunan pada September dibandingkan bulan sebelumnya. Ia mengatakan kondisi tersebut terlihat dari jumlah pasien yang mendapatkan penanganan di Puskesmas Bukit Hindu selama kabut asap melanda Palangka Raya.

"Memasuki Oktober, kasus ISPA masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Bukit Hindu. Hingga Sabtu, 3 Oktober 2026, tercatat sebanyak 34 pasien yang mendapatkan penanganan akibat ISPA," ujarnya, Senin 5 Oktober 2026.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan meski kasus ISPA mulai menurun, kondisi kabut asap hingga kini masih cukup pekat. Masyarakat tetap diminta waspada karena kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi kebakaran, cuaca, dan arah pergerakan angin.

Achmad Zaini menambahkan, hasil patroli yang dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, relawan, dan unsur lainnya, menunjukkan titik api mulai berkurang. Saat ini, penanganan lebih banyak difokuskan pada sisa-sisa kebakaran di sejumlah lokasi, terutama pada lahan gambut yang masih berpotensi menghasilkan asap.

"Kebakaran di lahan gambut dapat meninggalkan bahan terbakar di dalam tanah sehingga asap tetap muncul meski titik api di permukaan mulai berkurang. Selain berasal dari wilayah Palangka Raya, kondisi kabut asap juga dapat dipengaruhi kebakaran di daerah sekitar serta pergerakan angin yang membawa asap menuju kawasan permukiman," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....