Karhutla Palangka Raya Masih dalam Penanganan BPBD dan Relawan
- 03 Okt 2026 19:34 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi di Kota Palangka Raya. Dalam upaya penanganannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan pemadam kebakaran terus berupaya melakukan pemadaman dan memastikan api benar-benar padam hingga ke sumbernya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan kesiapsiagaan petugas dan relawan di lapangan juga menjadi faktor penting guna mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan permukiman warga. Penanganan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara relawan Satgas Karhutla Kota Palangka Raya, organisasi perangkat daerah atau OPD, serta Satgas Karhutla Provinsi. Selain melakukan pemadaman, petugas juga memaksimalkan upaya pembasahan lahan guna memastikan sumber asap benar-benar padam.
“Untuk kejadian yang berhasil kita tangani, untuk wilayah Kota Palangka Raya sudah ada 740 kejadian. Dengan luasan yang terbakar 1.363 hektare lebih. Dan ini berkat kontribusi dari teman-teman relawan Satgas Karhutla Kota Palangka Raya, juga teman-teman OPD dan juga teman-teman dari Satgas Provinsi. Jadi kita bahu-membahu, mengeroyok istilahnya, karhutla yang ada di wilayah Kota Palangka Raya ini," ujarnya saat Program Halo RRI di Pro 1 Palangka Raya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Sementara itu, relawan pemadam kebakaran Kota Palangka Raya, Hariadi, mengatakan dalam penanganan karhutla, prioritas utama petugas di lapangan adalah mencegah api agar tidak merambat ke kawasan permukiman warga. Proses pemadaman juga dilakukan dengan teknik tertentu, mulai dari memadamkan api hingga melakukan pembasahan terhadap lahan yang telah terbakar. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan bara api benar-benar padam, sehingga tidak kembali menyala ketika kondisi angin bertiup kencang.
“Prioritas utama itu supaya tidak mengarah ke permukiman warga. Nah, terus biasanya pas sudah di lapangan, itu membuat sejenis teknik cor biasanya. Setelah api padam, terus pembasahan, nanti mereka itu memadamkan sisa-sisa yang sudah terbakar itu dengan teknik pengecoran. Jadi supaya angin, kalau deras, biasanya itu sudah tidak bisa menimbulkan bara lagi. Jadi bisa dikatakan api itu sudah tuntas,” katanya.
Lebih lanjut, penanganan karhutla di Kota Palangka Raya memerlukan kesiapsiagaan serta koordinasi dari berbagai pihak, baik BPBD, relawan pemadam kebakaran, OPD, maupun Satgas Karhutla Provinsi. Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan dengan mengendalikan api, tetapi juga memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk turut berperan dalam mencegah karhutla, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi asap semakin pekat. Dengan kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan penanganan karhutla dapat berjalan maksimal, sehingga risiko kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan. (Cahya Noormila)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....