Gubernur Kalteng Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla

  • 13 Sep 2026 22:40 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memimpin Rapat Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Rapat digelar di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Halaman Kantor Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya. Dalam rapat tersebut, Agustiar menyampaikan bahwa aktivitas Karhutla di Kalteng masih cukup tinggi dengan luasan area terbakar yang signifikan.

Berdasarkan data Posko PDB Karhutla dan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, terdapat perbedaan hasil pendataan, namun kedua sumber tersebut sama-sama menunjukkan kondisi Karhutla yang perlu mendapat perhatian serius.

Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah hotspot dan luasan area terbakar tertinggi. Sementara Kota Palangka Raya mencatat kejadian Karhutla terbanyak, disusul sejumlah kabupaten dan kota lainnya yang juga terdampak.

Memasuki puncak musim kemarau, peningkatan Karhutla turut berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalteng telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pihak terkait.

"Karhutla menjadi semakin berat karena karakteristik lahan gambut dan musim kemarau panjang akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026. Meski demikian, ia optimistis seluruh tantangan dapat diatasi melalui kebersamaan dan kolaborasi seluruh pihak demi melindungi keselamatan masyarakat,” ucapnya, Jumat, 11 September 2026.

Sementara itu Kalaksa BPBPK Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, menyampaikan berdasarkan evaluasi terbaru Satgas Karhutla, sebanyak 2.909 kejadian telah ditangani dengan total luasan mencapai 9.440,36 hektare. "Untuk memperkuat penanganan di lapangan, sebanyak 10.700 personel disiagakan, dan didukung enam helikopter dan satu pesawat dari BNPB, dengan empat helikopter di antaranya dioperasikan untuk pemadaman,” katanya.

Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diperpanjang hingga 19 September 2026, sedangkan penanganan Karhutla di wilayah prioritas Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, telah memasuki hari ke-71 dan kini difokuskan pada pendinginan serta pembasahan.

Pemprov Kalteng juga mengalokasikan anggaran BTT sebesar Rp45,815 miliar untuk memperkuat sarana dan prasarana penanganan Karhutla, termasuk mesin pemadam, selang, kendaraan pembawa air, drone thermal, dan APD, serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak berupa paket bantuan, air bersih, dan layanan kesehatan. (MMC Kalteng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....