BNPB Minta Pemkab Pulang Pisau Siapkan Langkah Antisipasi Karhutla 2027

  • 14 Sep 2026 00:21 WIB
  •  Palangkaraya
Poin Utama
  • Bupati Pulang Pisau tegaskan pentingnya kerja sama tim atasi karhutla. BNPB dorong pemda bangun sumur bor dan embung untuk hadapi potensi karhutla 2027.

RRI.CO.ID, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i, dalam Rapat Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah yang bertempat di Pos Lapangan (Poslap) Karhutla Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat, 11 September 2026.

Rapat koordinasi tingkat provinsi ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pulang Pisau menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan personel dan peralatan yang diberikan oleh BNPB sejak awal penanganan karhutla, yang dinilai sangat membantu daerahnya dalam menghadapi darurat kebakaran. Ia melaporkan bahwa kondisi karhutla di kawasan Tumbang Nusa saat ini telah berhasil dikendalikan berkat kerja sama lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, BPBD provinsi dan kabupaten, hingga sektor kehutanan di lapangan.

“Tidak bisa kita bekerja sendiri. Tidak ada Superman, yang ada Super Team,” ujar Bupati Pulang Pisau, mengutip arahan Gubernur Kalimantan Tengah. Ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak mungkin dibebankan kepada satu instansi saja tanpa adanya sinergi yang kuat.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto mendorong pemerintah daerah untuk mulai merancang langkah antisipasi dini menghadapi potensi karhutla pada tahun 2027 mendatang. Kabupaten Pulang Pisau diminta agar segera mengusulkan pembangunan infrastruktur penyedia air, seperti sumur bor dan embung, khususnya di wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rawan karhutla.

Keberadaan sumber air permanen di titik-titik rawan tersebut diyakini akan mempermudah petugas dalam melakukan pemadaman secara cepat dan efektif apabila terjadi kebakaran di masa depan. Meskipun langkah ini tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan secara instan, BNPB menekankan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan perencanaan matang sejak dini merupakan kunci utama dalam meminimalisasi dampak bencana di Kalimantan Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....