Hotspot di Kalteng Capai 1.922 Titik, Pulang Pisau Tertinggi
- 13 Sep 2026 22:36 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.922 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah pada Jumat, 11 September 2026, berdasarkan pemantauan sejak pukul 00.00 hingga 14.00 WIB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Sebaran hotspot terbanyak tercatat berada di Kabupaten Pulang Pisau dengan 526 titik, disusul Kabupaten Kapuas sebanyak 383 titik dan Kabupaten Katingan sebanyak 304 titik.
Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, mengatakan BMKG terus memantau kondisi cuaca melalui citra radar dan satelit, dengan sebagian besar wilayah Kalteng terpantau cerah berawan dan berpotensi mengalami kabut asap.
"Wilayah Kalimantan Tengah bagian utara masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama di wilayah utara Kabupaten Murung Raya. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor cuaca yang terus dipantau mengingat tingginya jumlah titik panas di sejumlah wilayah Kalteng,” ucapnya, Jumat, 11 September 2026.
Untuk tiga hari ke depan, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih akan mengalami cuaca cerah berawan yang berpotensi disertai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Sementara potensi hujan ringan maupun hujan lokal diperkirakan terjadi di wilayah utara, meliputi Kabupaten Murung Raya, Kapuas bagian utara, Gunung Mas bagian utara, Katingan bagian utara, serta sebagian wilayah Barito Utara bagian utara.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kota Palangka Raya sejak Agustus 2026 telah dilakukan di lima kecamatan. Hingga saat ini, upaya penanganan masih terus dilakukan oleh tim relawan dan BPBD di puluhan lokasi di wilayah Kota Palangka Raya.
"Petugas kami tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan dan pembasahan di sejumlah kawasan yang sebelumnya belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Petugas juga terus menerima laporan masyarakat mengenai kemunculan titik kebakaran lahan yang menjadi salah satu sumber informasi dalam menentukan lokasi yang perlu segera ditangani,” ujarnya.
Heri menambahkan, penanganan karhutla dilakukan secara berkelanjutan dengan mengerahkan tim ke lokasi yang masih ditemukan adanya api maupun potensi munculnya kembali kebakaran. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....