Antrean Panjang SPBU di Palangka Raya, Tim Gabungan Dikerahkan Atur Lalu Lintas

  • 09 Sep 2026 23:15 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya sejak Sabtu, 4 September, lalu mendapat perhatian pemerintah daerah. Kondisi tersebut terjadi di sejumlah titik, terutama pada pengisian BBM jenis Pertalite, Pertamax, hingga Dex, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengatakan menindaklanjuti kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama Wakil Wali Kota, Satpol PP, Asisten II, serta pihak Pertamina telah melakukan rapat koordinasi dan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU. Hasil koordinasi kemudian ditindaklanjuti dengan menempatkan tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk melakukan pengawasan serta pemantauan di sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang.

Tim gabungan juga berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta pihak terkait lainnya. Selain melakukan pemantauan, petugas Dinas Perhubungan turut mengatur lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami antrean panjang, guna mencegah kemacetan pada ruas jalan yang menjadi jalur transportasi masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Untuk pengawasan kami lakukan sejak pagi hingga malam hari dengan menyesuaikan keterbatasan personel di lapangan. Petugas Dinas Perhubungan mulai berjaga sekitar pukul 08.00 hingga sore, kemudian kembali melakukan pengawasan selepas Magrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Di setiap SPBU yang menjadi titik pemantauan, ditempatkan dua personel untuk membantu mengatur situasi dan arus kendaraan,” ucapnya, Rabu, 9 September 2026.

Sementara itu, salah warga Kota Palangka Raya, Kris Paskani, yang melintas dari arah Kapuas ke Palangka Raya mengakui adanya antrean kendaraan saat hendak mendapatkan Pertalite. Menurutnya, panjangnya antrean terutama terjadi karena Pertalite merupakan BBM bersubsidi yang banyak diminati masyarakat.

"Saya berharap masyarakat dapat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan kemampuan, sehingga antrean panjang dapat diminimalkan serta kelancaran lalu lintas tetap terjaga,” ujarnya.

Pantauan RRI, sejumlah titik antrean bahkan mulai berdampak terhadap kepadatan lalu lintas, di antaranya kawasan jalan Diponegoro dan jalan Bukit Kaminting.

Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat yang mengantre BBM agar tetap memperhatikan kondisi lalu lintas dan tidak mengambil ruang jalan yang dapat menghambat pengguna jalan lainnya. Masyarakat juga diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan untuk menghindari antrean yang semakin panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....