Kualitas Udara Semakin Buruk, Dinkes Palangka Raya Arahkan Warga ke Ruang Oksigen

  • 31 Agt 2026 23:07 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan penyediaan ruang oksigen tersebut ditujukan untuk memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, khususnya saat kondisi kualitas udara mengalami penurunan.

“Pemerintah Kota Palangka Raya telah menyiapkan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik,” kata Riduan, Senin, 31 Agustus 2026.

Kesebelas puskesmas yang disiapkan tersebut di antaranya Puskesmas Pahandut, Bukit Hindu, Jekan Raya, Panarung, Marina Permai dan Kereng Bengkirai. Kemudian Puskesmas Kalampangan, Menteng, Tangkiling, Rakumpit, dan Kayon

Selain menyiapkan ruang oksigen, Dinkes Palangka Raya juga mengoptimalkan pelayanan melalui puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan. Keberadaan pustu diharapkan dapat semakin memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang mengalami keluhan atau gangguan pernapasan.

Riduan mengimbau masyarakat yang mulai mengalami gejala seperti batuk, pilek maupun infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) agar tidak menunda pemeriksaan dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disiapkan pemerintah.

Saat ini, osambung riduan, Dinkes Kota Palangka Raya juga melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kasus ISPA yang berpotensi meningkat seiring dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

“Data kasus ISPA kami pantau dan laporkan setiap hari. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat, terutama di tengah potensi memburuknya kualitas udara,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga kesehatan selama kualitas udara kurang baik. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki keluhan atau gangguan pernapasan. Kelompok tersebut diharapkan lebih waspada ketika terjadi peningkatan kabut asap dan segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami gejala gangguan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....