Kasus ISPA Menjadi Perhatian Serius Pemerintah Daerah
- 25 Agt 2026 11:14 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palangka Raya menjadi perhatian pemerintah seiring meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memengaruhi kualitas udara. Kondisi kabut asap dinilai berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit saluran pernapasan.
Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan asap, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menyiapkan fasilitas ruang oksigen bagi masyarakat. Sebanyak 11 ruang oksigen disediakan di sejumlah puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Palangka Raya.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan penyediaan ruang oksigen tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dari karhutla. Fasilitas itu diharapkan dapat memberikan pelayanan cepat bagi warga yang membutuhkan.
“Seiring meningkatnya dampak karhutla di Kota Palangka Raya dan adanya peningkatan kasus ISPA, Pemerintah Kota menyediakan ruang oksigen untuk mengantisipasi dampak karhutla yang terjadi di Kota Palangka Raya,” ujar Zaini, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, ruang oksigen tersebut tersebar di sejumlah puskesmas agar masyarakat dapat lebih mudah menjangkau layanan kesehatan. Fasilitas itu tersedia di Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Panarung, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Tangkiling, Rakumpit, serta satu puskesmas lainnya di wilayah Kota Palangka Raya.
“Kami berharap seluruh warga Kota Palangka Raya mengetahui dan dapat memanfaatkan fasilitas ruang oksigen ini apabila membutuhkan. Dalam beberapa waktu terakhir kualitas udara memang kurang baik akibat dampak karhutla,” katanya.
Selain menyiapkan ruang oksigen, Pemko Palangka Raya juga melakukan langkah pencegahan melalui pembagian masker kepada masyarakat. Masker didistribusikan melalui Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta sekolah-sekolah. Zaini juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....