Cegah Genangan, Satgas SDA DPUPR Kobar Bersihkan Saluran Pengendali Banjir

  • 19 Agt 2026 00:29 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Satuan Tugas (Satgas) Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat kembali melakukan pemeliharaan saluran induk pengendali banjir di Jalan Samari 2, Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengantisipasi potensi genangan.

Pemeliharaan dilakukan pada saluran sepanjang 35 meter dengan lebar 8 meter. Satgas SDA membersihkan berbagai material yang berpotensi menghambat aliran, seperti sedimentasi, lumpur, sampah, serta sumbatan yang berada di dalam maupun sekitar saluran.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan rutin DPUPR Kobar untuk memastikan saluran pengendali banjir tetap berfungsi secara optimal, terutama dalam menghadapi peningkatan intensitas hujan.

Kepala Bidang SDA DPUPR Kobar Nety Juniarty Nengsih mengatakan pemeliharaan dilakukan sebagai upaya pencegahan sebelum sumbatan dan sedimentasi berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Pemeliharaan saluran induk ini merupakan langkah preventif untuk memastikan aliran air tetap lancar. Sumbatan dan sedimentasi yang dibiarkan dapat mengurangi kapasitas saluran, sehingga perlu dilakukan pembersihan secara rutin oleh Satgas SDA,” ujar Nety.

Menurutnya, saluran induk memiliki peran penting dalam menerima dan mengalirkan limpasan air dari kawasan permukiman menuju saluran pembuangan. Kondisi saluran yang bersih dan bebas sumbatan akan membantu menjaga kapasitas aliran serta mengurangi risiko air meluap.

Selain mencegah genangan, pemeliharaan juga dilakukan untuk mengurangi sedimentasi, menjaga kapasitas tampung saluran, serta melindungi infrastruktur dan lingkungan permukiman di sekitar saluran. Nety menegaskan, Satgas SDA terus didorong untuk merespons dengan cepat setiap saluran yang membutuhkan penanganan.

“Kami terus mendorong Satgas SDA untuk bergerak cepat dalam menangani saluran yang mengalami sumbatan maupun sedimentasi. Harapannya, melalui pemeliharaan rutin dan kepedulian bersama, saluran tetap terjaga sehingga risiko genangan dapat diminimalkan,” katanya.

Pemeliharaan saluran induk di Jalan Samari 2 juga menjadi bagian dari Gerakan Nol Sumbatan yang terus didorong Bidang SDA DPUPR Kobar. Gerakan tersebut menekankan pentingnya menjaga saluran tetap bersih dan terbuka agar mampu mengalirkan air secara maksimal.

DPUPR Kobar mengajak masyarakat turut menjaga saluran yang telah dibersihkan dengan tidak membuang sampah maupun material lainnya ke dalam saluran. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting agar fungsi saluran dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....