Curah Hujan Menurun Tingkatkan Risiko Karhutla di Palangka Raya
- 26 Jul 2026 22:07 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Semakin berkurangnya curah hujan di Kota Palangka Raya meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Risiko tersebut akan semakin besar apabila masyarakat masih melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, sehingga memicu munculnya titik api.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan pihaknya terus berkolaborasi dengan Polresta Palangka Raya untuk menelusuri pelaku pembakaran hutan apabila terjadi karhutla. Selain itu, pemilik lahan yang terbukti membuka lahan dengan cara membakar hingga menyebabkan karhutla akan diproses dan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jadi saat ini memang Bapak Kapolres tegas akan menindak pelaku kalau memang terjadi karhutla. Hasil dari tracking lokasi yang ada itu akan diterlanjuti dengan siapa yang pemilik lahan tersebut. Sehingga nanti dirunut siapa pelakunya," katanya, Kamis, 23 Juli 2026.
BPBD menegaskan kebakaran lahan tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan umumnya dipicu oleh aktivitas manusia atau kelalaian. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga lingkungan untuk mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau.
Hendrikus Satriya Budi mengungkapkan, kondisi cuaca di Palangka Raya yang belum diguyur hujan sejak awal bulan membuat potensi munculnya titik api semakin tinggi. Situasi tersebut menjadi perhatian serius karena sejumlah kejadian karhutla mulai terjadi di beberapa wilayah Kota Palangka Raya.
BPBD Kota Palangka Raya terus meningkatkan patroli dan pemantauan di daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Upaya ini dilakukan bersama aparat kepolisian dan instansi terkait agar titik api dapat segera ditemukan dan ditangani sebelum meluas.
Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan kepada petugas berwenang. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting untuk menekan risiko karhutla dan menjaga kualitas lingkungan selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....