Antisipasi Dampak Kemarau dan Karhutla, Pemkab Kobar Gelar Salat Istisqa
- 18 Agt 2026 10:56 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Menghadapi kemarau panjang, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar Salat Istisqa pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026 di halaman Kantor Bupati. Kegiatan ini berlangsung sebagai ikhtiar dan bentuk permohonan kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah musim kemarau panjang.
Kegiatan ini diikuti berbagai elemen masyarakat yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pelajar, serta organisasi masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat. Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menghadapi kondisi kemarau yang saat ini mulai dirasakan masyarakat dan mulai berdampak.
“Seperti kita ketahui bahwa di beberapa wilayah sudah terdapat titik-titik api kebakaran hutan dan lahan, ada pula yang mulai mengalami kekeringan,” ujar Nurhidayah.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu dihadapi dengan berbagai upaya, baik melalui langkah penanganan dan pencegahan bencana maupun dengan meningkatkan ikhtiar spiritual melalui doa bersama kepada Allah SWT.
“Dengan niat yang tulus, saya mengajak masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat melaksanakan Salat Istisqa ini, sebagai bentuk permohonan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar kondisi kebencanaan, terutama kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat, segera diturunkan rahmat berupa hujan,” katanya.
Nurhidayah menyampaikan, kondisi kemarau dan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mulai mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Dampaknya dapat dirasakan pada sektor transportasi, kesehatan, serta berbagai aktivitas lainnya.
“Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat, mari kita kuatkan upaya kita untuk menghadapi situasi kesulitan yang saat ini kita hadapi,” ucapnya.
Ia berharap Salat Istisqa yang dilaksanakan secara bersama-sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Nurhidayah juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga lingkungan serta bersama-sama melakukan pencegahan terhadap potensi terjadinya karhutla, sembari terus memanjatkan doa agar hujan segera turun.
“Semoga doa dan permohonan kita diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan segera Kabupaten Kotawaringin Barat, Bumi Marunting Batu Aji ini, diturunkan rahmat hujan secara khusus, dan juga Provinsi Kalimantan secara umumnya,” ujar Nurhidayah, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....