Pemprov Perkuat Upaya Antisipasi Karhutla Kalteng, Warga Diminta Mendukung

  • 15 Agt 2026 13:54 WIB
  •  Palangkaraya

RRI,CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.

Asisten Adminstrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, menyampaikan saat ini Pemprov Kalteng meminta peran aktif masyarakat dapat membantu mencegah karhutla dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat. Dengan laporan yang cepat serta penanganan segera, kebakaran diharapkan tidak berkembang dan meluas ke wilayah lainnya.

"Selain tidak membakar lahan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan sekitar. Apabila menemukan kejadian kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat terdekat agar dapat ditangani sedini mungkin,” ucapnya, saat menjadi narasumber Dialog Kalteng Menyapa di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Sementara, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, di sela-sela HUT Kodam XXII/Tambun Bungai di Palangka Raya mengatakan sampai saat ini kondisi Karhutla di Kalteng masih terus dipantau, dengan membandingkan indikasi kemarau tahun ini dengan kondisi pada 2015. Namun, hingga kini situasi dinilai masih dapat dikendalikan berkat upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kolaborasi antarelemen juga terus diperkuat guna memastikan potensi karhutla dapat segera diantisipasi. "Pemerintah dan seluruh pihak terkait hingga kini terus memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kolaborasi untuk mencegah terjadinya kebakaran meluas, terutama di tengah kondisi kemarau,” ucapnya.

Terkait penanganan titik panas atau hotspot, permintaan dukungan helikopter water bombing juga telah dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan kebakaran. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Pulang Pisau dan daerah sekitarnya. Selain itu, pos pemantauan turut dibangun untuk mempermudah pengawasan dan mempercepat respons apabila ditemukan titik api.

Upaya pencegahan dan penanganan karhutla ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi pemerintah, aparat, serta seluruh elemen masyarakat terus diperlukan agar potensi kebakaran dapat ditekan. Pemantauan lapangan juga dilakukan secara rutin sebagai bagian dari komitmen menjaga wilayah Kalimantan Tengah dari ancaman karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....