Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Kapuas Perkuat Rencana Kontinjensi Karhutla

  • 10 Agt 2026 18:36 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Focus Group Discussion (FGD) Ke-2 Penyusunan Rencana Kontinjensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Fovere Hotel, Jalan Pemuda Kuala Kapuas, pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kapuas, yang diwakili Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Kapuas, Perry Noah. Turut hadir Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, Tim Penyusun dari LPPM Universitas Palangka Raya (UPR), unsur Forkopimda, sejumlah kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan instansi vertikal dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dalam sambutan Bupati Kapuas yang dibacakan Perry Noah menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas memiliki kawasan hutan dan lahan gambut seluas lebih dari 1,4 juta hektare yang memerlukan kesiapsiagaan tinggi. Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan filosofi Huma Betang, dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Dokumen Rencana Kontinjensi yang disempurnakan hari ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan dokumen operasional yang harus dapat diimplementasikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika status darurat ditetapkan. Kita harus mengedepankan langkah pencegahan dan deteksi dini," katanya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, memaparkan bahwa berdasarkan data hingga Juli 2026, terdaftar sebanyak 1.065 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kapuas, dengan total luas lahan terbakar mencapai 305,51 hektare sepanjang periode Januari hingga Juni 2026.

"Fokus pada FGD kedua ini adalah melakukan validasi data peta kerawanan, memperjelas pembagian tugas dan mekanisme sistem komando, serta mengoptimalkan peran aktif Masyarakat Peduli Api di tingkat desa," katanya.

Penyusunan dokumen kontinjensi ini diharapkan menjadi acuan seluruh pemangku kepentingan, guna mewujudkan visi Kapuas BERSINAR (Berdaya Saing, Sejahtera, Indah, Aman, dan Religius) yang bebas dari ancaman bencana asap dan karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....