Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng Dilanjutkan Akhir September

  • 06 Agt 2026 20:40 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Memasuki puncak musim kemarau, berbagai upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat. Salah satu langkah yang disiapkan adalah kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada akhir September 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiyono, mengatakan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Pada periode tersebut, curah hujan berada pada kategori sangat rendah, bahkan di sejumlah wilayah hampir tidak terjadi hujan sama sekali.

Meski demikian, memasuki akhir September diperkirakan mulai muncul pertumbuhan awan yang berpotensi menimbulkan hujan. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum yang tepat untuk kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai bagian dari upaya mitigasi karhutla.

"Tujuan dari OMC untuk mempercepat turunnya hujan di daerah-daerah yang mengalami kekeringan ekstrem," ujarnya, Kamis, 6 Juli 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan untuk penanganan karhutla di lapangan, BPBD bersama tim gabungan saat ini memfokuskan upaya pemadaman di wilayah Kecamatan Jekan Raya. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama puncak musim kemarau dan tidak melakukan pembakaran lahan.

"Dukungan masyarakat sangat penting agar upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat berjalan maksimal, sekaligus mengurangi dampak kabut asap di Kota Palangka Raya dan sekitarnya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....